JK Heran dengan Revisi Proyek 35 Ribu MW

Suci Sedya Utami    •    Senin, 07 Sep 2015 18:42 WIB
proyek 35.000 mw
JK Heran dengan Revisi Proyek 35 Ribu MW
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) (ANT/Hanif Mubarak)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli kembali membuat kontroversi. Kali ini menteri yang baru dilantik dalam reshuffle kemarin menurunkan target proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw) menjadi 16 ribu mw selama masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Menanggapi hal ini, Wakil Presiden RI turut menanggapi langkah menteri yang sempat bersiteru dengan dirinya. Menurutnya Rizal belum melaporkan soal hal tersebut, sehingga mana bisa Rizal dengan sepihak mengubah tanpa membicarakan dahulu dengan dirinya dan Jokowi.

"Saya tidak tahu soal itu," kata JK di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).

Dengan mimik heran JK menegaskan, 35 ribu MW merupakan target yang telah dicanangkan Presiden Jokowi. Maka tak ada yang bisa mengubah dan mengutak-atiknya tanpa persetujuan presiden. Lagi pula, pihak-pihak yang ada sudah sepakat untuk membangun target fantastis tersebut.

"Iya dong. Kalau putusan presiden siapa yang bisa merubahnya. Mereka akan siap bikin sejauh ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Rizal Ramli setelah rapat bersama Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian ESDM Jarman, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan serta dari Kementerian lainnya membuat pernyataan bak menurunkan target pembangunan kapasitas listrik 35 ribu MW menjadi 16 ribu MW sampai dengan 2019.

Dia beralasan, jika megaproyek 35 ribu MW direalisasikan dalam waktu 5 tahun, maka PLN akan mengalami kelebihan kapasitas (idle) 21.331 MW dengan beban puncak mencapai 74 ribu MW di 2019. Lebih parahnya PLN juga akan mengalami gangguan keuangan, karena harus membeli listrik dari pihak swasta dengan nilai 72 persen baik dipakai maupun tidak.

"Jadi setelah dievaluasi betul-betul, maka yang harus selesai dalam 5 tahun sebesar 16 ribu MW. Itupun PLN sudah melakukan pekerjaan besar," papar dia.

Sisanya 19 ribu MW kata Rizal, dapat dilanjutkan pembangunannya dalam kurun waktu 5 tahun berikutnya. Sehingga dia mengubah nama proyek listrik 35 ribu MW menjadi Proyek Percepatan Pembangunan dan Diversifikasi (PPD) Listrik.



(SAW)