Dua Tahun, Ekspor Batu Bara RI Dirugikan USD1,22 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 07 Sep 2015 19:19 WIB
batubara
Dua Tahun, Ekspor Batu Bara RI Dirugikan USD1,22 Miliar
batu bara (SYAHRUL KARIM, MI)

Metrotvnews.com, Bogor: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, Indonesia mengalami potensi kerugian negara berdasarkan verifikasi data ekspor batubara atau laporan surveyor  (LS) dari 2010 sampai 2012 sebesar USD1,22 miliar.

"‎Ada kerugian negara berdasarkan data ekspor batubara (laporan surveyor) dari 2010-2012 sebesar USD1,22 miliar, dengan jumlah LS sebanyak 21.260 LS," ungkap Fungsionaris KPK Abdul Azis sebagai pembicara, ketika ditemui di Hotel Novotel Bogor, Senin (7/9/2015).

Pada 2010, ada sebanyak 7.240 LS yang belum membayar royalti kepada negara yang mencapai USD486,47 juta, dengan volume sebesar 280,76 juta ton. Pada 2011, ada sebanyak 8.247 LS yang belum membayar royalti kepada negara‎ mencapai USD347.40 juta, dengan total volume sebanyak 341,92 juta ton.

"Pada 2012, ada 5.773 LS yang belum bayar royal kepada negara, kerugiannya mencapai USD390,33 juta, dengan jumlah volume sebanyak 263,72 juta ton," ungkap dia.

Sementara itu, untuk potensi kerugian keuangan negara berdasarkan verifikasi data ekspor mineral (laporan surveyor) pada tahun 2011‎ mencapai USD24,66 juta. Potensi kerugian dilakukan oleh 180 perusahaan. Ada perusahaan nikel, bijih besi dan pasir besi, timbal, bauksit, dan mangan.

Perusahaan nikel sebanyak 44 perusahaan merugikan negara sebesar USD15,41 juta, biji besi dan pasir besi sebanyak 54 perusahaan yang merugikan negara sebesar USD2,07 juta, timbal sebanyak 14 perusahaan yang merugikan negara sebesar USD221,43 ribu, bauksit sebanyak 34 perusahaan yang merugikan negara sebesar USD6,74 juta, dan mangan sebanyak 34 perusahaan yang merugikan negara sebesar USD206,98 ribu.



(SAW)