Politikus PDIP Yakin Pansus Pelindo akan Terbentuk

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 07 Sep 2015 19:22 WIB
pelindodpr ads
Politikus PDIP Yakin Pansus Pelindo akan Terbentuk
Masinton Pasaribu. Foto: Mochamad Irfan/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengakui belum ada kesepakatan di parlemen terkait pembentukan panitia khusus (pansus) kasus dugaan korupsi PT Pelindo II. Menurutnya, pembentukan pansus belum bakal terealisasi dalam waktu dekat. 

Pansus, kata dia, sudah dibahas fraksi-fraksi dan komisi terkait. Masinton yakin pansus bakal terbentuk. "Iya memang belum (pembentukannya). Ini kan sedang dibahas antar pimpinan," kata Masinton kepada Metrotvnews.com, Senin (7/9/2015).

Politikus PDI Perjuangan ini yakin pembentukan pansus Pelindo akan berjalan mulus dan diterima semua fraksi di parlemen. Sebab, kata dia, keberadaan pansus sangat penting untuk mengungkap kasus dugaan korupsi yang terjadi di perusahaan tersebut.

"Kita yakin (pembentukan pansus) akan lolos. Ini mendesak karena kita ingin mengungkap skandal korupsi kolusi dan nepotisme dan mengungkap skandal dwelling time dan pencucian uang di sana yang melanggar undang," tegas dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III Benny K Harman menegaskan Komisi III belum akan membentuk panitia khusus (pansus) kasus dugaan korupsi di PT Pelindo II. Bahkan, ia baru mendengar usulan pembentukan pansus tersebut.

"Belum tahu saya (pembentukan pansus pelindo II)," ujar Benny K Harman, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).

Menurut dia, harus ada dasar yang jelas jika ingin membentuk pansus. Sebab, ada mekanisme yang harus dilakukan apabila ingin membentuk pansus tersebut.

"Tentu itu (pembentukan pansus) ada mekanismenya, dan alasan serta tujuannya. Sampai saat ini kita belum sampai pada tingkatan pembentukan pansus (pelindo II)," kata dia.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri tengah menyidik kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pengadaan mobile crane harbour di Pelindo II. Saat Bareskrim dipimpin Komjen Budi Waseso, sejumlah penyidik gabungan sempat menggeledah kantor Pelindo II di Tanjung Priok. Termasuk ruangan Direktur Utama Pelindo II, Richard Joost Lino.

Namun beberapa hari setelah penggeledahan itu, Mabes Polri mengumumkan pergantian Kabareskrim. Budi Waseso akhirnya digantikan Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Anang Iskandar. Pergantian Kabareskrim menjadi salah satu pemicu DPR berencana membentuk pansus. 


(KRI)