Anggota DPRD Subang Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Arief Pratama    •    Senin, 07 Sep 2015 19:28 WIB
ijazah palsu
Anggota DPRD Subang Diduga Gunakan Ijazah Palsu
Demonstran membawa poster salinan ijazah SD salah satu bakal calon kepala daerah Kota Depok Idris Abdul Somad saat berunjuk rasa di depan kantor KPUD Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (14/8/2015). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Metrotvnews.com, Bandung: Anggota DPRD Kabupaten Subang berinisial ASR diduga memakai ijazah palsu saat pemilihan anggota legislatif beberapa waktu lalu. Dia berhasil menjadi anggota DPRD setelah proses pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Ketua DPRD Ating Rusnatim.

Atas dugaan itu, ASR yang merupakan politisi PDIP itu dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat oleh lembaga swadaya masyarakat Forum Pemerhati Pendidikan Jawa Barat.

Kecurigaan bermula saat Forum Pemerhati Pendidikan menemukan gelar ASR yang tertera dalam surat suara pada pemilihan anggota legislatif 2014, berbeda dengan ijazahnya. Pada kertas suara ASR bergelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.Ip), namun di ijazahnya Sarjana Sosial (S.Sos).

"Alasan kami melaporkan penggunaan ijazah palsu oleh ASR ini sejalan dengan semangat Kementerian Riset dan Dikti yang beberapa waktu lalu gencar memerangi penggunaan ijazah palsu demi menjaga kualitas pendidikan. Laporan ke Polda Jabar kami lakukan hari ini," kata Koordinator Forum Pemerhati Pendidikan Jawa Barat, Nano Hermanto, di Bandung, Senin (7/9).

Selain itu, lanjut dia, berdasarkan hasil penelusuran, diketahui ASR yang tercatat sebagai caleg DPRD Kabupaten Subang daerah pemilih VII, menggunakan ijazah Nomor 11041/STISIP/AN tanggal 9 Januari 2012 yang dikeluarkan oleh STISIP Pusaka Nusantara Jakarta.

"Namun setelah kami cek dilaman forlap.dikti.go.id/mahasiswa. Nama yang bersangkutan tidak tercatat sebagai mahasiswa atau lulusan STSIP Pusaka Nusantara, Jakarta," ujarnya.

Nano sempat meminta klarifikasi langsung kepada STISIP Pusaka Nusantara dan dinyatakan bahwa perguruan tinggi swasta tersebut tidak pernah mengeluarkan ijazah sejak wisuda terakhir pada September 2011.

"Kalau menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 69, orang yang terbukti menggunakan ijazah palsu bisa dipidana dengan pidana penjara lima tahun atau denda Rp500 juta," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Pusaka Nusantara Jakarta, RH Sudhartin, mengatakan ijazah Nomor 11041/STISIP/AN tanggal 9 Januari 2012 atas nama ASR dinyatakan ilegal karena tidak terdaftar di pangkalan Dikti STISIP Pusaka Nusantara.

"Lembar ijazah yang diterbitkan berlainan dengan ijazah asli dari kami. Jadi kami tidak pernah mengeluarkan ijazah tersebut," kata Sudhartin.

ASR menjadi anggota DPRD Subang dari Fraksi PDIP menggantikan Ating Rusnatim berdasarkan hasil kesepakatan seluruh anggota DPRD Subang periode 2014-2019.


(UWA)

Dalami Konten Video, Polisi Kembali Periksa Miryam Pekan Ini

Dalami Konten Video, Polisi Kembali Periksa Miryam Pekan Ini

4 hours Ago

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan kembali memeriksa Miryam S Ha…

BERITA LAINNYA