Hadiri Kampanye Donald Trump, Setnov Gadaikan Kepercayaan Rakyat

Al Abrar    •    Senin, 07 Sep 2015 19:28 WIB
donald trump
Hadiri Kampanye Donald Trump, Setnov Gadaikan Kepercayaan Rakyat
Ketua DPR Setya Novanto--Foto: Antara/Akbar Nugroho

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua Fadli Zon serta rombongan dinilai telah melanggar kode etik karena menghadiri konferensi pers calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Demikian dikatakan Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus. "Mereka memanfaatkan jabatan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak publik Indonesia. Mereka 'menggadaikan' kepercayaan rakyat dengan menunjukkan dukungan terhadap orang lain di negara lain yang sudah pasti tak punya kepentingan apapun dengan rakyat Indonesia," kata Lucius melalui pesan singkat yang diterima Metrotvnews.com, Senin (7/9/2015).

(Baca: Sejumlah Anggota DPR Laporkan Novanto dan Fadli Zon ke MKD)

Lucius menjelaskan, selaku pejabat dan wakil rakyat, Setnov cs tak bisa bertindak atas pertimbangan pribadi. Apalagi jika tindakan itu dilakukan di hadapan publik (media). Suka atau tidak tindakan mereka berdampak dan terkait dengan kepentingan publik.

"Tindakan pimpinan DPR hadir di press conference Trump tak bisa tidak dibaca sebagai bentuk dukungan oleh publik baik di Amerika maupun di Indonesia," tegasnya.


Setya Novanto dan Fadli Zon serta rombongan dalam acara Donald Trump di Amerika Serikat.--Foto: Dok/CNN

Dia menegaskan, pelanggaran etis yang dilakukan Setnov cs menjadi serius ketika seseorang yang mempunyai jabatan publik memanfaatkan jabatan itu diluar atau menyimpang dari amanat jabatan.

(Baca: MK DPR Tunggu Laporan Resmi Setnov dan Fadli Ketemu Trump)

Jika tindakan Setnov cs dibaca sebagai bentuk dukungan politik untuk Trump, mereka tak bisa mengelak dengan mengatakan bahwa dukungan itu bersifat personal. Apalagi dengan jelas Trump menyapa mereka sebagai anggota DPR.

"Di situlah bentuk dugaan penyimpangan etis Setnov cs ketika jabatan sebagai wakil rakyat "digadai" untuk melakukan sesuatu yang menyimpang dari kepentingan rakyat Indonesia," tegasnya.

Apalagi, jelas dia, momentum pertemuan itu dilakukan di hadapan publik sejagad. Dampak dan keterkaitan tindakan itu dengan harkat dan martabat bangsa Indonesia sangat kental. Hal ini tak bisa diremehkan dengan menganggap sebagai sebuah kebetulan. Dan menjustifikasi melalui fungsi jadi-jadian DPR yang disebut 'fungsi diplomatis'.

"Anggota DPR adalah wakil rakyat Indonesia. Mereka dipilih untuk mewakili rakyat demi kepentingan rakyat Indonesia, bukan kepentingan politisi asing yang mungkin saja malah tak peduli dengan kepentingan rakyat Indonesia," kata dia.

(Baca: Meme Fadli Zon dan Setya ketika Bertemu Donald Trump)


(MBM)

Novanto Sudah Bisa Dikunjungi

Novanto Sudah Bisa Dikunjungi

8 minutes Ago

Lembaga antirasywah telah mengizinkan tersangka kasus korupsi pengadaan KTP elektronik itu mene…

BERITA LAINNYA