Setya Novanto Cs Tak Perlu Kembalikan Uang Pelesiran ke Amerika Serikat

M Rodhi Aulia    •    Senin, 07 Sep 2015 20:12 WIB
donald trump
Setya Novanto Cs Tak Perlu Kembalikan Uang Pelesiran ke Amerika Serikat
Donald Trump bersama Petinggi DPR/Foto:CNN

Metrotvnews.com, Jakarta: Perjalanan dinas rombongan pimpinan DPR RI Setya Novanto ke Amerika Serikat menuai pro dan kontra. Terlebih ketika politisi Golkar dan rombongan kedapatan menghadiri konferensi pers bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diduga seluruh biaya perjalanannya menggunakan uang negara.

Juru Bicara Ketua DPR Nurul Arifin dan Fadli Zon kompak berdalih, kehadiran Setya Novanto cs hanya kebetulan dan spontanitas saja, setelah melakukan pertemuan dengan Donald Trump sekitar 30 menit di ruangan tertutup.

Meski dianggap spontanitas, kehadiran itu telah meruntuhkan wibawa dan martabat bangsa. Apapun alasannya. Sejumlah anggota DPR ramai-ramai melaporkan aksi Setnov cs kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk dipertimbangkan faktor etis atau tidaknya.

Sampai-sampai, opsi pengembalian uang perjalanan dinas selama di Amerika pun tidak perlu dilakukan, saking rusak beratnya martabat bangsa. Karena pengembalian uang disebut akan dijadikan bahan untuk menolak dari hukuman yang ada.

"Kerugian uang jauh lebih kecil nilainya dibandingkan hancurnya martabat bangsa dan buruknya tontonan politik yang mereka sajikan. Tontonan itu dapat semakin menghancurkan kepercayaan publik kepada DPR yang sudah buruk kinerjanya selama ini dan sarat dengan beragam kontroversi," kata Pengamat Politik Nico Harjanto kepada Metrotvnews.com, Senin (7/9/2015).

Direktur Eksekutif Populi Center ini lebih menginginkan, penebusan dosa yang wajib dilakukan Setya Novanto cs adalah dengan meletakkan jabatan dari pimpinan DPR. Hal itu, ketika Setya Novanto tidak bisa menjelaskan dengan baik tentang apa yang telah dilakukan selama berkunjung ke negeri Paman Sam tersebut.

"Sebagai bentuk akuntabilitas politik, mestinya Setya Novanto dan Fadli Zon sebagai pimpinan dewan segera meletakkan jabatannya sebagai pimpinan DPR karena telah melecehkan martabat bangsa di dunia internasional dengan menghadiri dan menghambakan diri pada Donald Trump dan kepentingan Amerika," kata Nico.

Pasalnya, lanjut Nico, hal ini berbanding terbalik dengan apa yang selama ini diperjuangkan pemerintah dan diplomat dalam setiap kali menghadiri pertemuan internasional. Perjuangan itu untuk mengangkat martabat dan wibawa bangsa Indonesia di mata dunia.

"Melalui berbagai perundingan, diplomasi, kejuaraan, kompetisi, hingga partisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial dan keamanan global," ungkap dia.

Juru Bicara Ketua DPR Nurul Arifin menduga polemik kehadiran Setya Novanto cs telah dijadikan sebagai bentuk pengalihan isu yang sedang marak di dalam negeri. Seperti rupiah yang terus melemah dan harga-harga kebutuhan pokok yang melangit.

Nurul menjelaskan, Setya Novanto cs sengaja datang ke Amerika Serikat untuk menghadiri undangan Konferensi Ketua Parlemen Dunia ke- IV yang berlangsung dari tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2015 dan sejumlah pertemuan lainnya. Di antaranya pertemuan informal dengan Donald Trump.


(MEL)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

9 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA