Jokowi Minta Indonesia Lebih Ramah Investasi

Desi Angriani    •    Senin, 07 Sep 2015 20:16 WIB
paket kebijakan ekonomi
Jokowi Minta Indonesia Lebih Ramah Investasi
Presiden Jokowi. FOTO: MTVN/Desi Anggriani

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta Indonesia lebih ramah dalam berinvestasi, yang dituangkan dalam paket kebijakan ekonomi demi menangkal ekonomi yang sedang melemah.

"Dalam beberapa kali rapat koordinasi saya hadir, presiden betul-betul menginginkan Indonesia makin friendly dan peraturan tidak overlapping, karena banyak aturan yang overlapping," tutur Sekretaris Kabinet Pramono Anung usai bertemu Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Aturan yang overlapping tersebut, ujar dia, yakni adanya 154 peraturan, di mana dalam satu kementerian, ada belasan peraturan yang akhirnya saling meniadakan satu sama lain.

"Yang seperti itulah yang dirapikan, tujuan paling utama adalah supaya mengurangi yang namanya barrier atau hambatan karena tujuan dari yang disampaikan deregulasi besar-besaran itu supaya dalam kondisi turbulensi, investor lebih gampang, lebih mudah berinvestasi tanpa harus menghilangkan yang utama," jelasnya.

Menurut dia, banyaknya aturan tersebut telah terdeteksi dan telah ditandatangani, terutama di tingkat peraturan menteri. Bahkan tak menutup kemugkinkan, sang menteri belum terlalu memahami peraturan tersebut. Sehingga, lanjut dia, hal ini harus dihilangkan.

"Termasuk juga peraturan perundangan. Kalau peraturan perundang-undangan nanti akan diajukan kepada DPR untuk direvisi," tambah dia.

Oleh karena itu, untuk paket kebijakan ekonomi dalam jangka pendek akan dilakukan tahun ini, di mana yang menjadi domain kewenangan pemerintah sepenuhnya, tanpa harus ada persetujuan DPR, akan diselesaikan.


(AHL)