Belum Ada Kepastian Status TKI Malaysia yang Meninggal

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 07 Sep 2015 22:44 WIB
kapal tenggelam
Belum Ada Kepastian Status TKI Malaysia yang Meninggal
Keluarga korban membawa jenazah hendak ke kampung halaman untuk dikuburkan. Foto-foto: MTVN/Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Belum ada kepastian status dari tiga jenazah TKI Malaysia asal Jawa Timur yang dipulangkan malam ini. Pemprov Jawa Timur masih belum mendapatkan dokumen ketiga jenazah yang tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, itu.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku belum mengetahui apakah ketiga TKI asal Jawa Timur itu legal atau ilegal. Pemprov Jawa Timur membantu pemulangan itu tidak mempertimbangkan legal dan ilegalnya ketiga jenazah.

“Kami masih belum tahu jenazah legal atau illegal. Namun, yang pasti, kami sebagai pemerintah akan bertanggung jawab mengurusi jenazah hingga sampai kepada keluarga,” ungkap Saifullah di sela-sela proses pemulangan jenazah di Terminal Cargo, Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/9/2015) malam.

Gus Ipul—sapaan akrabnya—menyatakan, seluruh warga Jawa Timur ikut berduka cita atas meninggalnya para TKI yang menjadi korban tenggelamnya kapal saat hendak pulang di tanah air.

Untuk itu, Gus Ipul berharap, bagi seluruh TKI asal Jawa Timur, jika tidak melengkapi dokumen, secepatnya melengkapi dokumen. Tujuannya, agar memudahkan jika terjadi suatu hal yang tidak terduga.

“Kami meminta seluruh warga Jawa Timur, bekerja sesuai aturan pemerintah. Dengan begitu, jika terjadi apa-apa dengan mudah pemerintah memprosesnya,” katanya.

Sementara itu, pemprov Jawa Timur memberikan asuransi kepada keluarga TKI yang menjadi korban tenggelamnya kapal sebesar Rp2,5 juta dan pelayanan ambulan gratis untuk pemulangan jenazah hingga ke rumah duka.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Sukardo, mengatakan hingga kini pihaknya masih menelusuri apakah TKI asal Jawa Timur tersebut legal atau ilegal di antaranya dengan melakukan monitoring dokumen korban.

“Jika korban adalah TKI legal, maka pemerintah akan memberikan santunan sekitar Rp80 juta. Untuk itu, kami akan mengecek dokumen dulu,” ujarnya.

Tiga korban yang dipulangkan yaitu MD Tosan, 60, dan istrinya Sunariyeh, 52, warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur; dan Suyanti, 32, warga Desa Sidorejo Sidomulyo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Tiga jenazah itu merupakan korban tenggelamnya kapal yang berisi puluhan TKI dari Malaysia yang hendak pulang ke Indonesia. Kapal itu karam di Perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia, pada Kamis 3 September. Dikabarkan ada 24 penumpang yang ikut tenggelam dan tewas.


(UWA)