Berguru dari Italia, Industri Kulit Lokal Siap Mendunia

Husen Miftahudin    •    Selasa, 08 Sep 2015 09:17 WIB
produk dalam negeri
Berguru dari Italia, Industri Kulit Lokal Siap Mendunia
Industri kulit lokal. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Metrotvnews.com, Milan: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin melakukan kesepakatan teknis (Technical Arrangement) dengan Pemerintah Italia untuk kerja sama di sektor kulit dan tekstil. Hal ini diwujudkan untuk pengembangan industri kulit, alas kaki dan tekstil.

"Saya harap melalui penandatanganan technical arrangement ini asosiasi dan para pengusaha Italia dapat menindaklanjuti Technical Arrangement ini dengan menanamkan modalnya di sektor-sektor kulit, alas kaki dan tekstil di Indonesia," ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, dari Milan, Selasa (8/9/2015).

Menurut Saleh, kerja sama dengan Italia ini karena negara ini sukses menggerakkan bisnis kulit, alas kaki dan tekstil dari skala usaha kecil dan menengah hingga skala besar. Di Italia, industri berbasis kulit sebagian besar berada di daerah Vigenano, Tuskany, dan Marches.

Ia menjelaskan, di Indonesia sendiri, ketiga industri tersebut merupakan industri padat karya, padat modal dan padat teknologi. Maka itu, pengembangannya diharapkan mampu memainkan peran penting dalam peningkatan kinerja perdagangan nasional dan menyejahterakan pelaku usahanya, terutama dari Industri Kecil Menengah (IKM).

Sejauh ini, lanjut Saleh, produk kulit nasional telah dipasarkan ke berbagai negara tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat, Belgia, Jerman, Inggris dan Jepang. Jumlah perusahaan penyamak kulit mencapai 67 buah, dengan kapasitas terpasang 250 juta square feet dengan tingkat utilisasi 48 persen dan tenaga kerja yang diserap 7.230 orang.

Sementara itu, industri alas kaki nasional saat ini berjumlah 394 perusahaan dengan investasi mencapai Rp11,3 triliun pada 2014 dan menyerap tenaga kerja sekitar 643 ribu orang. Ekspor industri alas kaki terus meningkat, pada 2014 nilai ekspor produksi alas kaki nasional mencapai USD4,11 miliar atau naik 6,44 persen dari tahun sebelumnya sebesar USD 3,86 miliar.

Begitu pula dengan sektor tekstil dan produk tekstil Indonesia memiliki peranan penting dalam penyumbang devisa dan penyedia sandang nasional. Industri padat karya ini juga telah menyerap tenaga kerja sebesar 10,6 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur.

"Kerja sama ini sekaligus kesempatan kita berguru, berdialog dan ke depannya menarik investasi dari Italia karena mereka berhasil menggerakkan bisnis yang berorientasi industri berbasis kulit," pungkas Saleh.


(AHL)

Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia

Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia

40 minutes Ago

Golkar akan menerapkakan aturan partai terhadap kader yang dianggap melanggar aturan dan indisi…

BERITA LAINNYA