OJK Kembali Bangkitkan Budaya Menabung Pelajar

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 08 Sep 2015 10:16 WIB
ojk
OJK Kembali Bangkitkan Budaya Menabung Pelajar
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad (kanan). (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya membangkitkan kembali budaya menabung di kalangan pelajar melalui kerja sama dengan industri perbankan mengembangkan produk tabungan yang diberi nama Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad menyampaikan, tujuan program ini adalah agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadikan kegiatan menabunng bukan hanya sebagai kewajiban melainkan kebutuhan atau bahkan gaya hidup.

"Budaya menabung penting dimulai sejak dini agar dapat mendidik anak untuk mampu mengendalikan diri dalam bersikap konsumtif serta belajar untuk membelanjakan uang yang dimilikinya secara bijak," tuturnya di SMA 68, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).

Program SimPel/SimPel iB ini merupakan tabungan bagi para peserta didik mulai dari jenjang PAUD/Raudatul Atfhal (RA) hingga SMA/ Madrasah Aliyah (MA) dan Pondok Pesantren. Serta diikuti oleh delapan Bank Umum Konvensional dan enam Bank Umum Syariah.

"Selain itu, kegiatan menabung dapat melatih anak dalam mengelola keuangan secara bertahap sehingga pada saatnya nanti mereka dapat tumbuh menjadi masyarakat yang terampil dalam hal pengelolaan keuangan dan pada akhirnya akan mencapai kesejahteraan keuangan," tambah Muliaman.

Adapun keunikan dan keunggulan dari tabungan ini antara lain, nama siswa tercantum pada buku tabungan, setoran awal ringan, bebas biaya administrasi bulanan, minimum setoran yang terjangkau. Selain itu, tidak ada dikenakan bunga tetapi siswa akan mendapatkan program reward yang disesuaikan dengan kebijakan dari setiap bank.

Selain dengan industri perbankan, OJK juga melakukan kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemendag) dan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan program SimPel/SimPel iB sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan serta mempercepat akselerasi pencapaian target inklusi keuangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.


(AHL)