Dubes RI: 11 Jenazah Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia Dipulangkan

Fajar Nugraha    •    Selasa, 08 Sep 2015 11:50 WIB
kecelakaan kapal
Dubes RI: 11 Jenazah Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia Dipulangkan
Tim SAR Malaysia mengevakuasi jenazah korban kecelakaan kapal (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno menyebutkan jenazah dari warga negara Indonesia (WNI) korban kecelakaan kapal di Malaysia, akan dipulangkan hari ini.

Rencananya jenazah yang akan dipulangkan berjumlah delapan. Jenazah itu akan dikembalikan pada 8 September 2015, hari ini.

"Akan dipulangkan 11 Jenazah dengan rincian enam berasal dari Aceh, tiga dari Sumatra Utara dan dua dari Jawa Timur," Dubes Herman, saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (8/9/2015).

"Tim Pemda Aceh sudah tiba di Kuala Lumpur dan siap kawal pemulangan jenazah ke Aceh," lanjutnya.

Sementara untuk jenazah dari Medan, BNP2TKI Medan telah siap menyediakan ambulans untuk pengantaran jenazah sampai ke daerah asal masing-masing.

"Sementara LP4TKI Surabaya Siap terima. Mereka sudah infokan disnaker provinsi dan kantor gubernur. Yang akan hadir di bandara lengkap Wakil gubernur. Kadisnaker dan pejabat lainnya," imbuh Dubes Herman.

Hingga Senin (7/9/2015), total keseluruhan korban meninggal mencapai 62 orang yang ditempatkan di beberapa rumah sakit yaitu: 23 jenazah di Rumah Sakit Ipoh, enam jenazah di Rumah Sakit Teluk Intan, 10 jenazah di Rumah Sakit Sabak Bernam, dan 23 jenazah di Rumah Sakit Kuala Lumpur. Sementara korban selamat belum ada perubahan yaitu masih tetap berjumlah 20 orang. Dengan demikian total keseluruhan korban hidup dan meninggal adalah 82 orang.

Jumlah jenazah yang berhasil diidentifikasi hingga saat ini adalah 29 jenazah di mana 21 jenazah diidentifikasi secara langsung oleh keluarga dan delapan jenazah diidentifikasi melalui dokumen identitas yang melekat pada tubuh korban. KBRI dengan bantuan Pemda setempat terus berusaha menelusuri keluarga korban berdasarkan identitas yang ditemukan.

Proses identifikasi jenazah terus berlangsung baik melalui identifikasi visual maupun identifikasi personal effect. Identifikasi melalui tes DNA juga telah dilakukan dengan mengambil sampel DNA keluarga oleh Tim DVI PDRM.  Sementara itu Tim DVI Polri direncanakan akan segera bergabung untuk membantu mempercepat proses post mortem.

KBRI Kuala Lumpur telah membentuk posko di empat titik untuk membantu keluarga korban dalam melakukan identifikasi jenazah, yaitu:

a. KBRI Kuala Lumpur, hotline +60102251096 (Turja)
b. Rumah Sakit Ipoh, hotline +60193345114 (JudhaNugraha).
c. Rumah Sakit Teluk Intan, hotline +60142330082 (Raditya)
d. Rumah Sakit Sabak Bernam, hotline +601118710469 (Febby).

Tim SAR pun masih terus melakukan operasi pencarian pada luas sekitar 1.000 km2. Aset yang digunakan pada hari ini berupa sembilan kapal dibantu 30 kapal nelayan dan pasukan pencari pesisir pantai serta dua helikopter. Sesuai dengan ketentuan SAR Malaysia proses pencarian akan berlangsung selama satu minggu dan bilamana diperlukan dapat diperpanjang.  

Satgas KBRI Kuala Lumpur terus melakukan koordinasi dengan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) guna memonitor operasi penyelamatan.


(FJR)