Pacari Pembantu, Garong Keruk Harta Majikan

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 08 Sep 2015 14:46 WIB
pencurian
Pacari Pembantu, Garong Keruk Harta Majikan
ED dan YH saat dihadrikan dalam gelar perkara di Mapolres Metro Jaksel, Selasa (8/9/2015).MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua dari tiga garong barang mewah diciduk. Satu lainnya masih buron. Modus mereka: mengencani pembantu rumah tangga di rumah calon korban.

ED, 25; YH, 38; dan satu teman mereka beraksi pada 5 September, di sebuah rumah di Bintaro, Jakarta Selatan. Mereka membawa kabur sejumlah barang berharga, ditaksir bernilai Rp30 juta.

Tapi, pelarian ED dan YH tak jauh. Mereka, setelah dikejar satu hari penuh, dibekuk di kediamannya di Pondok Aren, Tangerang Selatan, 6 September. ED ditembak di bagian kaki karena hendak kabur.

Bersama ED dan YH disita lakban bekas, kain kerudung, ikat pinggang, karet ban, dan sejumlah perhiasan. Juga laptop milik korban.


Barang bukti yang disita dari ED dan YH.MTVN/Lukman Diah Sari

Kasatreskrim Polres Jaksel AKBP Audie Latuheru, dalam gelar perkara di Mapolres Jaksel, Selasa (8/9/2015), merinci, komplotan penjahat ini bekerja setelah yakin pembantu di rumah korban "sudah di tangan".

"Pelaku pura-pura memacari pembantu agar punya akses ke rumah korban," kata Audie.

Menurut Audie, pelaku mendapat kontak pembantu di rumah korban dari teman. Mulanya mereka mengontak sang pembantu, pura-puranya salah sambung. Setelah cukup akrab, tersangka membuat janji kopi darat dengan sang pembantu.

"Alasannya pura-pura hendak memberi hadiah," kata Audie.

ED, YH, dan seorang temannya datang membawa mobil kap terbuka. Mereka leluasa masuk ke rumah korban. Nah, setelah di dalam rumah, mereka langsung membekuk dan menyekap sang pembantu di kamar mandi.

"Pelaku lalu menggasak barang-barang korban, perhiasan, jam tangan, laptop, dan handphone," Audie menuturkan.

Polres Metro Jaksel kini tengah memburu satu tersangka lainnya. Sementara ED dan YH terancam dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara.


(ICH)