Aung San Suu Kyi Mulai Kampanye Pemilu di Facebook

Fajar Nugraha    •    Selasa, 08 Sep 2015 14:56 WIB
myanmar
Aung San Suu Kyi Mulai Kampanye Pemilu di Facebook
Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Yangon: Pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi, bermaksud untuk menjadi Presiden Myanmar. Dia pun melakukan kampanye pertama melalui Facebook.

Lima tahun lalu ketika masih menjadi tahanan rumah, Suu Kyi berharap bisa memiliki akun Twitter atau pun Facebook agar bisa berbicara dengan dunia luar.

Menjelang pemilihan umum Myanmar 8 November 2015, Suu Kyi melakukan kampanye pertama melalui Facebook. Bagi dunia luar, ini menjadi tanda bagaimana Myanmar telah berubah banyak.

"Untuk pertama kali dalam beberapa dekade, rakyat Myanmar akan memiliki kesempatan untuk membuat perubahan," tulis Suu Kyi, dalam akun Facebook partai pimpinannya, seperti dikutip Reuters, Selasa (8/9/2015).

"Kami harap dunia akan mengerti pentingnya menjalani pemilu yang bebas dan adil," jelasnya.

Lebih dari 90 partai politik akan mengambil bagian dalam pemilu parlemen. Pemilu ini diperhatikan oleh dunia sebagai langkah lanjut bagi Myanmar melakukan perubahan demokratis.

Pemilu ini akan menjadi yang pertama sejak pemerintahan Myanmar berubah dari junta ke pemerintah sipil pada 2011. Tetapi sejak 2011, militer masih terus memegang kendali dan tersebar spekulasi apakah pemilu ini akan berjalan dengan adil dan bebas.

Sementara untuk Suu Kyi, pertanyaan besar apakah dia akan mengetengahkan isu Rohingya dalam kampanye. Selama, ini sebagai pejuang demokrasi dan tokoh oposisi, Suu Kyi cenderung diam jika ditanya mengenai Rohingya.

Dihadapkan pada Rohingya, Suu Kyi seperti kehilangan taji sebagai pejuang demokrasi. Sepertinya Suu Kyi, ingin menjadi Presiden Myanmar dengan dukungan penuh dari masyarakat Budha Myanmar yang mendominasi populasi di negara tersebut.

Etnis Rohingya selama menjadi etnis minoritas yang tidak diakui kewarganegaraannya oleh Pemerintah Malaysia. Rohingya bahkan di tempat penampungan dan dianggap sebagai imigran gelap.


(FJR)