Pendapat 3 Musisi Tentang LangitMusik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 08 Sep 2015 15:44 WIB
telkomsel
Pendapat 3 Musisi Tentang LangitMusik
Eksekutif Telkomsel bersama Marcell, Arman, dan Rinni.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada hari ini, Selasa (8/9/2015), Telkomsel meluncurkan kembali LangitMusik, yang aplikasi untuk streaming dan mengunduh musik. Aris Sudewo, GM Digital Lifestyle Marketing menyebutkan, salah satu tujuan Telkomsel untuk membuat aplikasi LangitMusik adalah untuk menjadi platform di mana para musisi atau pegiat musik mempromosikan atau bahkan menjual musik mereka.

"Kami ingin menjadikan LangitMusik sebagai wadah kreasi anak bangsa yang bisa digunakan oleh siapa saja, baik musisi maupun pegiat musik," kata Aris.

Pada acara peluncuran ini, Telkomsel juga mengundang 3 musisi, yaitu Arman Maulana, Marcell, dan Rinni Wulandari. Telkomsel ingin meminta ketiganya menyampaikan pendapat mereka mengenai aplikasi LangitMusik secara khusus dan aplikasi streaming musik secara umum dan kaitannya dengan pembajakan.

Aris menjelaskan, aplikasi LangitMusik merupakan salah satu cara mereka untuk mengurangi terjadinya pembajakan. "Nantinya, kami juga akan melakukan berbagai kegiatan, ke sekolah-sekolah atau kampus untuk memberikan edukasi," kata Aris.

"Aplikasi seperti LangitMusik akan mendidik masyarakat untuk membeli karya musik dengan cara yang benar," kata Arman. Dia merasa, salah satu faktor mengapa pembajakan musik - dan konten lainnya - sangat marak saat ini adalah karena sebagian masyarakat tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah tindakan kriminal. 

Marcell menambahkan, selain tidak sadar bahwa pembajakan adalah tindakan illegal, sebagian orang tidak tahu bagaimana cara membeli konten digital yang legal. Dia merasa, dengan adanya aplikasi seperti LangitMusik, para musisi akan menjadi sangat terbantu karena hak kepemilikan mereka atas musik mereka sangat dijaga. 

Senada dengan Arman dan Marcell, Rinni berkata bahwa aplikasi seperti LangitMusik dapat membantu para musisi untuk menjual musiknya secara legal dan memudahkan masyarakat untuk membeli musik secara legal. "Karena kualitas musik legal dan illegal itu berbeda," kata Rinni.


(ABE)