Parkir Liar di Depan Pasar Senen Penuhi Badan Jalan

deny aryanto    •    Selasa, 08 Sep 2015 16:51 WIB
parkir liar
Parkir Liar di Depan Pasar Senen Penuhi Badan Jalan
Pengguna jalan melintasi kendaraan di area parkir liar di bahu jalan sekitar Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Rabu 2 Juli 2013. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Hampir setiap hari, arus lalu lintas di Jalan Senen Raya, Senen, Jakarta Pusat, selalu macet. Pemicunya diduga karena banyak kendaraan parkir sembarangan hingga memenuhi separuh badan jalan.

Jejeran kendaraan parkir sepanjang kurang lebih 300 meter, mulai dari depan Pasar Senen hingga menjelang pintu keluar Terminal Senen. Tumpukan kendaraan didominasi sepeda motor. Setiap pengendara yang hendak menuju area sekitar Pasar Senen langsung diarahkan juru parkir liar untuk memarkir kendaraan di tepi jalan.

Akibatnya, laju kendaraan lain dari arah Cempaka Putih, Jalan Keramat Raya, maupun Tugu Tani menjadi tersendat. Kendaraan mesti melintas secara bergantian, lantaran terganggu kendaraan parkir dan keberadaan juru parkir liar.

Rahman, 35, salah satu juru parkir mengatakan, area parkir yang tersedia di lokasi Penampungan Pedagang Sementara (PPS) Pasar Senen sangat terbatas. Hal itulah yang membuat kendaraan parkir di tepi jalan.

"Tempat parkir yang ada, buat sepeda motor pedagang saja enggak cukup. Kalau enggak begini (parkir di tepi jalan), pengunjung pasar mau parkir di mana lagi," katanya, Selasa (8/9/2015).

Menurutnya, kendaraan mulai memenuhi trotoar hingga badan jalan sejak pukul 04.00-17.00 WIB. Dia mengklaim, juru parkir liar tidak hanya memungut retribusi parkir, namun juga mengatur dan menjaga kendaraan pengunjung dari hal yang tidak diinginkan.

"Kami (juru parkir liar) menjaga kendaraan pengunjung jangan sampai menjadi korban tangan jahil. Kalau enggak ada yang mengatur juga kan bisa semerawut. Soalnya (area parkir) ada di pinggir jalan," kata dia.

Hendra, 41, salah satu pemilik kendaran roda dua mengaku terpaksa memarkir kendaraannya lantaran bingung mencari area parkir resmi. "Sebenarnya terpaksa parkir di pinggir jalan. Untungnya ongkos parkir enggak dihitung per jam. Di sini parkir cuma Rp2.000," katanya.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Henri Perez Sitorus, menjelaskan, keberadaan parkir liar merupakan kebijakan sementara selama proses pembangunan gedung Pasar Senen yang terbakar tahun lalu.

"Beroperasinya lahan parkir (liar) bagian dari diskresi, karena kondisi mendesak. Ke depan, lahan parkir akan dipegang PD Pasar Jaya di dalam gedung," ujarnya.


(TRK)