Anak Buah tak Percaya Airin Dapat THR Rp50 Juta

Deny Irwanto    •    Selasa, 08 Sep 2015 17:27 WIB
kasus korupsi
Anak Buah tak Percaya Airin Dapat THR Rp50 Juta
Kantor Walkot Tangsel, Selasa (8//2015).MTVN/Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Tangerang Selatan: Anak buah Airin Rachmi Diany di Pemkot Tangerang Selatan, menampik bos mereka menerima `rembesan` dana tunjangan hari raya (THR), apalagi duit dari Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).

"Logikanya, masa minta duit Rp50 juta ke perusahaan suami harus lewat orang lain. Minta saja langsung," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkot Tangsel Dedi Rafidi kepada Metrotvnews.com, Selasa (8/9/2015).

Dedi sama sekali tak percaya bosnya minta duit THR ke SKPD. Tapi, ketika Metrotvnews.com mencoba meminta waktu bertemu dengan Airin, Dedi berkata, "Airin tak ada di kantor. Sedang cuti."

(Baca: Airin Dituding Anak Emaskan Kadinkes Tangsel)
(Baca: Korupsi, Dua Mobil Mewah Kadiskes Tangsel Disita)


Kantor Walkot Tangsel.MTVN/Deny Irwanto

Aroma amis menyasar Airin lewat keterangan Dadang M. Epid, bekas Kadis Kesehatan Tangsel. Epid, saat bersaksi dalam kasus dugaan korupsi alkes Pemkot Tangsel di Pengadilan Tipikor, mengatakan Airin menerima THR Rp50 juta dari Dinkes Tangsel.

Wakil Airin, Benyamin Davnie, juga mendapat THR dari Dinkes Tangsel, sebesar Rp30 juta. Sementara bekas Sekda Tangsel Dudung Direja dan Ketua DPRD Tangsel Bambang Rachmadi juga disebut menerima uang masing-masing Rp20 Juta.

Dadang adalah terpidana kasus korupsi di Kejaksaan Agung. Dia resmi ditahan sejak 29 September 2014. Dadang terbukti memperkaya diri atau orang lain atau suatu korporasi pada pembebasan tanah untuk puskesmas dan pembangunan puskesmas di Tangsel.


(ICH)