Perekrut Saksi Palsu Sengketa Pilkada Kotawarigin Barat Divonis 7 Bulan

Damar Iradat    •    Selasa, 08 Sep 2015 17:52 WIB
bambang widjojanto tersangka
Perekrut Saksi Palsu Sengketa Pilkada Kotawarigin Barat Divonis 7 Bulan
Sidang di Mahkamah Konstitusi. Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Zulfahmi Asad, terdakwa perekrut saksi palsu pada persidangan sengketa Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat 2010, divonis tujuh bulan penjara. Zulfahmi terbukti menjadi penyedia saksi palsu dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi.

"Mengingat akan pasal-pasal dalam undang-undang yang bersangkutan langgar, menyatakan terdakwa Zulfahmi Arsad secara sah dan meyakinkan menganjurkan memberi keterangan palsu secara lisan dan tulisan, menjatuhkan pidana tujuh bulan penjara," kata Hakim Ketua Sinung Hermawan saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).

"Masa penahanan yang telah dijalani terdakwa akan dikurangkan seluruhnya dari pidana penjara yang dijatuhkan," ujarnya.

Zulfahmi, menurut Hakim Sinung, terbukti melanggar Pasal 242 ayat 1 KUHP tentang Mengarahkan Saksi Palsu Dalam Suatu Persidangan. Hakim juga menyatakan, Zulfahmi merupakan koordinator dari saksi-saksi yang dihadirkan dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di MK.

Selain merekrut saksi-saksi, Zulfahmi juga didakwa membawa saksi-saksi lainnya ke Jakarta secara bertahap. "Bahwa pada saat di hotel terdakwa membagikan kertas kosong kepada para saksi untuk menuliskan keterangan palsu," baca hakim Sinung.

Sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat digelar pada 5 Juni 2010. Saat itu, KPU Kotawarigin Barat memenangkan pasangan Sugianto Sabran dan Eko Soemarmo. Kemenangan itu digugat sang rival, Ujang Iskandar, ke MK. Ujang menuding Sugianto melakukan politik uang dalam pilkada.

MK, pada 7 Juli 2010, akhirnya mengeluarkan putusan mendiskualifikasi kemenangan pasangan Sugianto-Eko Soemarno dan menyatakan Ujang-Bambang Purwanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat.

Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto yang menjadi kuasa hukum Ujang kemudian terseret dalam kasus ini. Bambang dijadikan tersangka karena diduga telah mengarahkan saksi pada sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di MK pada 2010.


(TRK)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

1 hour Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA