Kemenaker Umumkan 284 Calon Hakim Hubungan Industrial

Gilang Akbar Noviansyah    •    Selasa, 08 Sep 2015 21:28 WIB
buruhkemenaker ads
Kemenaker Umumkan 284 Calon Hakim Hubungan Industrial
Sejumlah buruh mengikuti aksi "Kepung Istana" di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/9/2015). MI/ARYA MANGGALA

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 284 orang buruh dan pengusaha lulus uji seleksi tulis calon hakim ad-hoc kasus perburuhan dan sengketa hubungan industrial. Mereka adalah perwakilan unsur serikat pekerja/buruh dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 260 di antaranya terdiri dari 118 orang perwakilan SP/SB dan 142 orang Apindo akan menjadi hakim ad-ho di Pengadilan Hubungan Industrial. Sedangkan 24 lagi yang terdiri dari 12 orang perwakilan SP/SB dan 12 orang Apindo, untuk di Mahkamah Agung.
 
“Nantinya  calon hakim Ad Hoc yang terpilih dalam tahapan akhir akan bertugas menyelesaikan kasus-kasus perburuhan dan perselisihan hubungan industrial. Baik  di Pengadilan Hubungan Industrial maupun Mahkamah Agung,” kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Tenaga Kerja RI, Haiyani Rumondang.

Ini disampaikannya dalam pengumuman nama 284 orang yang lulus seleksi tertulis calon hakim, di Jakarta, Selasa (8/9/2015). Pengumuman nominasi calon hakim Ad Hoc itu berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 363 tahun 2015 tentang Daftar Nominasi Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung yang telah lulus tes tertulis.
 
Pelaksanaan seleksi tes tertulis calon hakim Ad Hoc dilakukan secara serentak pada pertengahan bulan Agustus lalu. Metode demikian  untuk menjamin kelancaran, keseragaman dan objektivitas dalam penyelenggaraan seleksi administrasi dan penetapan daftar nominasi calon hakim Ad hoc.
 
Besar harapan pemerintah para calon hakim yang kelak terpilih adalah yang terbaik. Sehingga menyelesaikan dengan adil kasus-kasus perselisihan hubungan industrial yang semakin kompleks sebab melibatkan kepentingan pengusaha dan pekerja yang perlu dilindungi hak-haknya.

"Pemerintah mendorong situasi kondustif dalam hubungan industrial di Indonesia dapat tetap terjaga dengan mengedepankan dialog sosial secara bipartite yang melibatkan pekerja dan pengusaha,” kata Haiyani.

Para nominasi calon Ad Hoc yang telah lulus seleksi tes tertulis ini akan mengikuti uji kompetensi yang akan dilaksanakan Mahkamah Agung untuk nominasi calon hakim Ad Hoc pengadilan Hubungan Industrial. Sedangkan untuk calon hakim Adhoc untuk Mahkamah agung akan digelar di Komisi Yudisial.
 
Hakim terpilih akan menggantikan hakim adhoc yang akan berakhir masa tugasnya pada Maret 2016. Keberadaan hakim adhoc ini dibutuhkan agar tidak terjadi kekurangan atau kevakuman Hakim Adhoc dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial di Pengadilan Hubungan Industrial maupun Mahkamah Agung.
 


(LHE)

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

39 minutes Ago

Rencananya, Deisti akan diperiksa, besok, Senin, 20 November 2017.

BERITA LAINNYA