Piala Eropa dan Kutukan Juara Ketiga Piala Dunia

Rizki Yanuardi    •    Selasa, 08 Sep 2015 21:34 WIB
kualifikasi piala eropa 2016
Piala Eropa dan Kutukan Juara Ketiga Piala Dunia
Robin Van Persie (Foto: AP)

Pecinta sepak bola Tanah Air saat ini tentunya tersita perhatiannya dengan pegelaran Piala Presiden 2015 yang baru saja memasuki babak delapan besar. Penampilan Bali United yang menjanjikan dan gagalnya Persija di turnamen layaknya bumbu penyedap di tengah hidangan kompetisi yang tak kunjung tiba. Ya, nasib kompetisi di dalam negeri belum juga ada kepastian. Para pemangku kepentingan (Kemenpora dan PSSI, red) masih sulit bernegosiasi untuk mencari kata mufakat dalam mengelola sepak bola bersama-sama. 

Hati penulis semakin miris saat sejumlah negara di Asia dan Eropa pekan-pekan ini melakukan sejumlah pertandingan intenasional untuk tim nasionalnya. Negara-negara Asia dengan kualifikasi Piala Dunianya, dan negara Eropa dengan kualifikasi Euro 2016-nya yang sudah memasuki tahap-tahap akhir. Bagaimana dengan Timnas Indonesia? Ah sudahlah Timnas kita masih disanksi FIFA dan dilarang tampil di laga internasional. Kali ini penulis ingin mengajak pembaca mengetahui secuil informasi tentang Piala Eropa atau Euro Cup.

Piala Dunia Mini

Kejutan dan sejumlah data serta fakta menarik, kerap mewarnai perhelatan Piala Eropa atau Euro Cup, kejuaraan sepak bola negara-negara di Eropa. Ya, turnamen Piala Dunia mini sering disematkan untuk Piala Eropa atau Euro Cup ini. Selain menghadirkan drama, Euro Cup yang dilaksanakan empat tahun sekali ini kerap menghadirkan kejutan-kejutan, bahkan sejak di babak kualifikasi.

Mulai dari 'kutukan' juara ketiga Piala Dunia yang sering gagal lolos ke putaran final, hingga kejutan yang terjadi di beberapa perhelatan kejuaraan. Ada Denmark yang juara di tahun 1992, padahal saat itu Tim Dinamit, julukan Denmark, melaju ke putaran final menggantikan Yugoslavia yang terkena hukuman akibat negaranya berperang. Atau, saat Yunani menjadi kampiun di tahun 2004 saat kejuaraan digelar di salah satu negara kekuatan sepak bola Eropa, Portugal.

Kualifikasi Piala Eropa atau Euro Cup diikuti puluhan negara dari benua Eropa, yang jumlah pesertanya hanya kalah dari peserta kualifikasi Piala Dunia. Sejak digulirkan tahun 1960, piala yang awalnya bernama Kejuaraan Sepak Bola Negara-Negara Eropa itu sudah terlaksana sebanyak 14 kali. Dari sejumlah itu, sebanyak sembilan negara sukses menjuarai turnamen yang awalnya didedikasikan untuk pencetus pertama kali kejuaraan, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Prancis, Henry Delaunay, yang wafat tahun 1955, lima tahun jelang edisi pertama kejuaraan digelar di Prancis tahun 1960.

Sembilan Negara Juara

Jerman dan Spanyol masing-masing telah memenangkan tiga gelar, Prancis memiliki dua gelar, dan Uni Soviet, Italia, Cekoslovakia, Belanda, Denmark serta Yunani dengan raihan satu gelar. Bisa dibilang, Piala Eropa lebih kompetitif dibandingkan kejuaraan di belahan benua lainnya. Catat saja, dari delapan pemegang titel juara Piala Dunia, lima negara berasal dari benua biru ini. 

Untuk edisi ke-15 ini yang akan digelar di Prancis 2016 mendatang, sebanyak 53 negara yang terbagi di dalam sembilan grup (A sampai I), bersaing lolos untuk menjadi tim yang lolos ke putaran final. Sebanyak 23 tim + tuan rumah Prancis akan berjibaku menjadi yang terbaik.

Hingga babak kualifikasi grup yang rata-rata menyisakan dua pertandingan lagi, Selasa 8 September dini hari tadi, sejumlah kejutan terjadi. Yang membetot perhatian para pecinta sepak bola adalah lolosnya Islandia untuk kali pertama ke putaran final. Ada lagi Belanda yang masih berjuang di grupnya dan posisinya berada di ujung tanduk. 

Kutukan Berlanjut

Soal 'kutukan' sering dialami juara ketiga Piala Dunia edisi terakhir sebelum Piala Eropa digelar. Mungkin saja Belanda terkena kutukan sebagai negara Eropa yang juara ketiga Piala Dunia, namun gagal lolos ke putaran final Piala Eropa. Seperti diketahui, Belanda adalah juara ketiga Piala Dunia 2014 Brasil.

Meskipun tidak sepenuhnya tepat, penulis ingin menyajikan sejumlah data dan fakta terkait kutukan yang dialami sejumlah negara Eropa yang juara ketiga Piala Dunia. Tercatat, sejak edisi kejuaraan Piala Eropa dihelat tahun 1960 silam, Jerman dan Prancis lah yang statusnya juara ketiga Piala Dunia, namun lolos ke putaran final Piala Eropa. 

Itu terjadi saat putaran final Piala Eropa 1972 di Belgia bahkan Jerman yang masih bernama Jerman Barat kala itu keluar sebagai juara dan mengawinkannya dengan gelar Piala Dunia 1974 yang dihelat di Belanda.

Saat bernama Jerman, di edisi Euro 2008 di Austria dan Swiss, Jerman juga lolos (Jerman juara ketiga Piala Dunia 2006) dan di Euro 2012 Polandia dan Ukraina, Jerman juga lolos (Jerman juara ketiga Piala Dunia 2010).

Sedangkan Prancis yang juara ketiga Piala Dunia tahun 1958, lebih karena menjadi tuan rumah Piala Eropa 1960 sehingga lolos otomatis ke putaran final. Saat pegelaran dilaksanakan di Belanda tahun 1988, Prancis justru tidak lolos ke putaran final. Padahal Prancis adalah peringkat ketiga Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Kemudian pada edisi ketiga Piala Eropa yang digelar di Italia tahun 1968, giliran Portugal dengan Eusebio-nya terkena kutukan itu dan tidak lolos ke putaran final. Padahal di Piala Dunia 1966 di Inggris, Eusebio dan kawan-kawan menghentak sebagai kekuatan baru sepak bola dunia dan menduduki posisi ketiga.

Pada edisi ke-5 di Yugoslavia tahun 1976, giliran Polandia tidak lolos ke putaran final. Padahal di Piala Dunia 1974 Jerman Barat, Polandia mengejutkan dan menjadi juara ketiga.

Polandia kembali mengulanginya pada edisi ke 7 di Prancis tahun 1984. Polandia yang bersinar lewat pemainnya Zbigniew Boniek pada gelaran Piala Dunia 1982 di Spanyol dan menduduki peringkat ketiga, gagal lolos ke putaran final.

Kutukan juga dialami juara dunia empat kali, Italia. Saat Piala Eropa digelar di Swedia tahun 1992, Italia yang saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1990 menduduki posisi ketiga, juga gagal lolos ke putaran final Piala Eropa.

Berikutnya, Thomas Brolin bersama Timnas Swedia yang sukses menduduki peringkat ketiga Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, ikut merasakan tidak lolos ke putaran final Piala Eropa 1996 yang digelar di Inggris.

Kroasia dan Turki juga menjadi negara yang terkena kutukan juara ketiga Piala Dunia. Davor Suker dan kawan-kawan yang memukau di perhelatan Piala Dunia 1998 Prancis, justru babak belur di kualifikasi Piala Eropa dan tidak lolos ke putaran final Euro 2000 yang dihelat di Belgia dan Belanda.

Sementara itu, negara dua benua, Turki, sukses menduduki peringkat ketiga di Piala Dunia 2002 Jepang & Korsel. Namun, Hakan Sukur dan kawan-kawan gagal bersinar dan tidak lolos ke putaran final Euro 2004 di Portugal.

Edisi kualifikasi Euro 2016 Prancis, kutukan sebagai juara ketiga Piala Dunia bisa saja dialami Belanda. Robin van Persie dan kawan-kawan yang gemilang di Piala Dunia 2014 Brasil, kini terseok-seok dan hanya menduduki peringkat keempat kualifikasi Grup A. Dengan nilai 11 dari delapan laga, upaya De Oranje menuju putaran final di Prancis bak menemui jalan terjal. 

Belanda bisa saja lolos dan mematahkan kutukan juara tiga Piala Dunia, asalkan pesaing beratnya untuk menjadi peringkat ketiga terbaik di grup, Turki, juga terpuruk di sisa laga. Tidak cukup itu, sejumlah negara di grup lainnya yang berada di peringkat ketiga juga mesti gagal mendulang tambahan poin. Selain sejumlah faktor non teknis, tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. Pun begitu dengan nasib Belanda. Bagaimana menurut Anda?


(RIZ)