SBY: Penyeimbang Bukan Berarti Tidak Tegas

Nur Aivanni    •    Rabu, 09 Sep 2015 14:02 WIB
partai demokrat
SBY: Penyeimbang Bukan Berarti Tidak Tegas
SBY--Antara/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan posisi politik Partai Demokrat masih sebagai penyeimbang. Dia menolak jika dikatakan pilihan sebagai partai penyeimbang adalah bentuk ketidaktegasan.

"Kita benar-benar menjadi penyeimbang. Mengapa di tengah? Kalau penyeimbang itu katanya tidak tegas, saya menolak. Dulu dalam perang dingin ada Blok Barat dan Blok Timur, Indonesia masuk gerakan Nonblok. Bukan berarti tidak tegas, tapi pilihan. Menjadi penyeimbang adalah pilihan kita," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (9/9/2015).

SBY menekankan dengan posisi politik tersebut, Demokrat menjadi independen dalam mendukung atau mengkritisi kebijakan dan keputusan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Dengan penyeimbang, kita menjadi independen," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, SBY juga memaparkan tugas dan prioritas PD saat ini untuk dijalankan dan dilakukan oleh jajaran dan kadernya. Pertama, jajaran PD wajib membantu rakyat mengatasi kesulitan atau kehidupan rakyat akibat dari gejolak yang ada saat ini. "DPRD atau jajaran partai kita yang setiap hari bersama masyarakat untuk melakukan tindakan konkrit," ujarnya.

Kedua, SBY menginstruksikan fraksi PD di DPR untuk membantu pemerintah pusat, presiden dan menteri untuk mengatasi persoalan ekonomi saat ini. Ketiga, ia juga meminta jajarannya untuk mengawasi negara dan pemerintah dalam menjalankan manajemen pemerintahan. "Mari kita pastikan manajemen dijalankan sesuai dengan konstitusi, UU dan sistem yang berlaku," terang dia.

Selain itu, ia juga meminta kadernya yang duduk di lembaga legislatif untuk mengritisi dan memastikan APBNP 2015 dan APBN 2016 tepat. "Jangan besar pasak daripada tiang," tegas SBY.

Jajaran kader Partai Demokrat harus mengingatkan presiden, menteri, dan para pimpinan lembaga negara untuk mengatasi ekonomi yang tengah mendapat tekanan yang berat saat ini.

SBY pun meminta untuk mengritisi dan memastikan kebijakan dan program-program kementerian dan lembaga tepat, mendengarkan suara dan aspirasi rakyat dan mendukung keputusan dan kebijakan presiden serta menteri jika tepat dan sesuai aspirasi rakyat.

"Jangan karena kita tidak di kabinet atau pemerintahan, kita tidak setuju. Tapi kalau tidak tepat jangan takut demi rakyat, untuk mengatakan itu keliru, itu tidak tepat. Baik-baik mengatakannya. Kita harus bangun karakter politik yang baik," tandasnya.


(YDH)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

2 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA