Pertamina-WIKA MoU Bisnis Aspal Hybrid di Indonesia

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 09 Sep 2015 15:06 WIB
pertaminawijaya karya
Pertamina-WIKA MoU Bisnis Aspal <i>Hybrid</i> di Indonesia
MoU bisnis aspal antara Pertamina dengan Wijaya Karya. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sinergi pengembangan bisnis aspal hybrid dengan grade tinggi. Penandatanganan ini akan mendukung laju pembangunan infrastruktur nasional.

"Sinergi antara Pertamina dan WIKA untuk pengembangan bisnis aspal sangat strategis, terutama bagi upaya pemenuhan kebutuhan aspal di dalam negeri," kata Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi, usai MoU, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Dia menjelaskan, adanya kerja sama ini, Pertamina selaku produsen aspal terbesar di Indonesia dan WIKA sebagai pelaku bisnis konstruksi terkemuka, dapat saling memperkuat bisnis masing-masing perusahaan dan sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur nasional.

Hardadi menambahkan, kebutuhan aspal di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang memerlukan dukungan kehandalan infrastruktur, seperti pembangunan jalan umum, jalan tol, bandara, dan infrastruktur lainnya.

"Dari kebutuhan aspal sekitar 1,2 juta ton per tahun, Pertamina kini memproduksi aspal sebanyak 300.000 ton per tahun yang diproduksi di RU IV Cilacap, dan selebihnya diperoleh dari impor baik oleh Pertamina maupun badan usaha lainnya," jelas dia.

MoU ini akan menjadi landasan bagi kedua perusahaan BUMN itu untuk melakukan kajian bersama (feasibility study) mengenai potensi kerja sama pengembangan bisnis aspal.

"Di antaranya kajian aspek teknikal seperti desain pabrik, kajian operasional produksi hingga, komersial/keekonomian dan aspek lain yang terkait, untuk pada akhirnya akan membentuk joint venture (JV) pengolahan dan produksi aspal hybrid," papar dia.

Adapun, produksi aspal hybrid tersebut rencananya akan dilakukan di Cilacap. Diharapkan, kerja sama tersebut akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional karena sejalan dengan program pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

"Investasi ini nantinya akan ditanamkan untuk pengembangan aspal hybrid ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi nasional dan lokal,” tutup Rachmad Hardadi.

Sekadar informasi, dalam penandatanganan tersebut turut dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, dan Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo.


(AHL)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

10 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA