Menteri PU: Akhirnya Bisnis Aspal WIKA-Pertamina Terlaksana

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 09 Sep 2015 16:51 WIB
pertaminawijaya karya
Menteri PU: Akhirnya Bisnis Aspal WIKA-Pertamina Terlaksana
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Muljono. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono mengaku lega karena bisnis aspal antara PT Pertamina (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akhirnya terlaksana.

Menurut Basuki, kerja sama ini merupakan suatu pencapaian yang sudah lama diupayakan oleh dirinya sewaktu menjadi Komisaris Utama Wijaya Karya.

"Finally, MoU antara Wika dan Pertamina dalam pemanfaatan aspal terjadi hari ini. Sudah lama. Ketika saya di PU, sudah di ubek-ubek aspal buton, terus saat jadi komisaris utama WIKA, bikin pabrik, dan sekarang ada kesepahaman," kata Basuki di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (8/9/2015).

Basuki menjelaskan, saat ini pihaknya mempunyai 660 juta ton aspal buton yang dapat dikelola dan menghasilkan macam-macam. Menurutnya, merupakan sebuah dosa besar bila aspal buton tidak dimanfaatkan dengan maksimal karena Indonesia merupakan penghasil aspal buton.

"Kita punya 660 juta ton aspal buton. Bisa dikelola, dihasilkan macam-macam. Kemarin kita ketemu buton natural aspal yang hampir sama dengan Trinidad. Dosa buat kita kalo enggak manfaatin aspal buton. Selama ini diekspor," jelas dia.

Basuki menjamin dalam penandatanganan MoU, setiap aspal yang dihasilkan telah mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Jadi pemanfaatan aspal ini sangat tergantung produsen bisa memproduksi berapa banyak. Karena, sudah pasti laku dipasaran.

"Ini challange. Ini produk dalam negeri kita harus pakai produk dalam negeri supaya dapat menggerakan ekonomi dalam negeri. Berapa pun produk kami bakal serap itu. Di sini kami titip kualitas terbaik. Dan produk lebih baik," pungkas dia.

Sebagai informasi, melalui kerja sama ini, kapasitas produksi aspal Pertamina akan meningkat menjadi 600.000 ton per tahun, dan dengan tambahan potensi aspal alam dari WIKA sebanyak 300.000 ton per tahun sehingga kapasitas produksi total aspal menjadi 900.000 ton per tahun dengan grade yang tinggi.

Kapasitas tersebut setara dengan 75 persen kebutuhan aspal nasional, dengan demikian impor akan berkurang secara signifikan, dapat menghemat devisa negara, serta menimbulkan multiplier efek terhadap perekonomian nasional.


(AHL)