Kerja Sama Pertamina-Wika untuk Kurangi Impor Aspal

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 09 Sep 2015 18:26 WIB
pertamina
Kerja Sama Pertamina-Wika untuk Kurangi Impor Aspal
Illustrasi. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu tujuan penandatanganan Nota Kesepahaman (Momerendum of Understanding/MoU) antara PT Pertamina (Persero) dan PT Wijaya Karya meminimalisir impor aspal dari luar negeri. Hal itu dilakukan, lantaran hampir 900 ribu ton aspal di Indonesia diimpor dari luar negeri.

Direktur Pengolahan PT Pertamina, Rachmat Hardadi menyebutkan pangsa pasar aspal di Indonesia cukup besar yakni 1,2 juta ton per tahun. Dari 1,2 juta ton tersebut 50 persen dikelola oleh swasta dan 50 persen lagi dikelola oleh Pertamina.

“Hardadi mengungkapkan dari 50 persen yang dikelola oleh Pertamina, 300 ribu ton itu diproduksi di Revinary Cilacap dan 300 ribu lagi dari impor. Sedangkan, dari pihak swasta juga melakukan impor. Jadi total impor aspal di Indonesia sebanyak 900 ribu ton. Angka ini termasuk angka yang cukup besar, pasalnya Indonesia termasuk produsen aspal,” ujar Hardadi di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Dengan kerja sama Pertamina dan Wika ini, Hardadi mengungkapkan akan menggabungkan fraksi aspal minyak bumi dari Pertamina dan fraksi aspal tambang dari Wika. Hal ini akan menciptakan kualitas aspal yang unggul dan lebih ekonomis yaitu hybrid aspal.

Lebih lanjut, Hardadi juga mengungkapkan kerjasama ini bersifat resmi. Untuk data juga akan dicocokkan antara fraksi minyak bumi dan tambang. Tinggal merencanakan kilang hybridnya ada di mana. Ia juga menegaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan rakyat, Basuki sudah menjamin pasarnya. 

"Kami akan cocokan data masing-masing. Kami akan lakukan cepat saja. Nanti kita rancangkan kilang hybridnya dimana. Pertamina tidak ingin berlama-lama. Sudah ada jaminan dari PU mengenai pasarnya," pungkas dia.






(SAW)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA