Bamsoet Imbau Anggota DPR yang Rangkap Jabatan Segera Proses Pengunduran Diri

Damar Iradat    •    Rabu, 09 Sep 2015 18:29 WIB
dpr
Bamsoet Imbau Anggota DPR yang Rangkap Jabatan Segera Proses Pengunduran Diri
Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Bambang Soesatyo,--Foto: MI/Jhoni Kristian

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus Golkar Bambang Soesatyo mengimbau agar tiga menteri dari PDIP segera mengurus pengunduran diri dari DPR. Tiga menteri yang dimaksud yaitu Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Seharusnya segera direalisasikan, digantikan. Itu kan jelas soal kepatutan," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengakui, selain tiga menteri dari PDIP yang masih rangkap jabatan, politisi Golkar Nusron Wahid yang kini menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) juga masih terdaftar sebagai anggota DPR. Namun, proses pengunduran diri Nusron terbentur oleh konflik di dalam tubuh Golkar.

"Kita imbau partai-partai yang belum menggantikan pergantian diproses. Nusron lagi diproses saat ini," paparnya.

Ia menambahkan, "Kesulitannya adalah persetujuan dari KPU, suara terbanyak berikutnya. Jadi sebetulnya partai tidak bisa mencari pengganti. Itu baru bisa berjalan dengan penetapan KPU, mekanisme bersama partai ke KPU, lalu kirim surat ke DPR."

Golkar sendiri, menurut Bambang, masih sibuk mengurus masalah internal soal dua kubu. Baik kubu Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono sama-sama mengklaim mengirimkan nama kader untuk menggantikan Nusron Wahid di DPR.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah mengakui, masih ada masalah mengenai calon pengganti Puan Maharani, Pramono Anung, dan Tjahjo Kumolo. Menurut Basarah, pengganti Puan terkendala sengketa antara dua kader PDI Perjuangan yang merasa berhak menggantikan putri Megawati Soekarnoputri di parlemen.

"Adanya masalah di dapil Puan Maharani mengenai siapa yang akan diajukan oleh DPP PDI Perjuangan sebagai calon PAW DPR. Mereka berdualah (calon pengganti Puan) yang membuat prosesnya menjadi terhambat hingga hari ini," jelas Ketua Fraksi PDIP DPR ini.


(MBM)