Pendidikan Dinilai Jadi Kunci Mengantarkan Bangsa Sukses

K. Yudha Wirakusuma    •    Rabu, 09 Sep 2015 19:47 WIB
pendidikan
Pendidikan Dinilai Jadi Kunci Mengantarkan Bangsa Sukses
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani--Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pendidikan dinilai menjadi kunci kesuksesan sebuah bangsa. Nah, salah satu faktor keberhasilan pembangunan bidang pendidikan adalah dengan mengutamakan kualitas guru.

"Banyak pengalaman di negara lain dengan memajukan pendidikan karakter bangsa, maka bangsa tersebut akan menjadi lebih maju dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Forum Ilmiah dan Seminar Internasional Fakultas Ilmu Pendidikan-Jurusan Ilmu Pendidikan yang diselenggarakan di Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (9/9/2015).

Semua pihak diminta ikut memperkuat pembangunan karakter bangsa. Menurut Puan, Nawa Cita sebagai sendi kebijakan pemerintahan sangat menekankan perbaikan karakter bangsa, yang lebih dikenal dengan Revolusi Mental.

"Revolusi Mental merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh bangsa dengan memperkuat peran semua institusi pemerintahan dan pranata sosial budaya yang ada di masyarakat,” papar Puan.

Menurut Puan, pendidikan menjadi kunci untuk mengantarkan bangsa Indonesia sukses memasuki dekade strategis. Dalam tempo 30 tahun ke depan, Indonesia akan memasuki masa 100 tahun Indonesia merdeka, tepatnya 2045.

Namun, saat ini ada tantangan berat. Angka putus sekolah masih tinggi. Alasan macam-macam, mulai ekonomi, geografis atau budaya. Belum lagi status tingkat pendidikan tenaga kerja.

Pada 2013, sebanyak 50% tenaga kerja hanya berpendidikan SD ke bawah, atau 70% tenaga kerja berpendidikan setingkat SMP ke bawah, atau sekitar 90% tenaga kerja hanya berpendidikan setingkat SMA ke bawah.

“Saya ingin menegaskan pendidikan harus dapat dinikmati secara merata bagi seluruh anak bangsa (education for all) dari Sabang sampai Marauke, dari Sangir hingga Pulau Rote. Inilah salah satu tekad kita bersama agar tak satu pun anak Indonesia tidak masuk sekolah. Pendidikan bukanlah untuk pencitraan, tapi pendidikan adalah upaya untuk membangun kepribadian anak bangsa agar memiliki ketahanan budaya berlandaskan Pancasila,” terangnya.

Forum Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan ini mengambil langkah yang tepat untuk terus menyegarkan cara pandang, cara pikir, cara kerja, dan cara merespon dinamika budaya yang berkembang saat ini. Kemenko PMK memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui intervensi perguruan tinggi terutama yang ada di lingkungan lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK).

“Saya juga berharap Universitas Negeri Gorontalo tampil sebagai yang terdepan dalam pengembangan pendidik dan tenaga pendidikan di kawasan Timur Indonesia,” ujar Puan.

Puan juga berpesan kepada para dosen untuk menanamkan tiga nilai Revolusi Mental, yaitu Integritas, Etos Kerja Keras, dan Budaya Gotong Royong. "Bila nilai-nilai itu telah melekat pada diri pendidik, lalu ditanamkan pula kepada para calon pendidik, diyakini nilai-nilai itu pun akan mengalir sampai ke peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa" ujar Puan.

Turut hadir dalam acara itu antara lain: Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Syamsu Qamar Badu‎, Ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Se-Indonesia dan peserta Forum Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan seluruh Indonesia.


(YDH)