SBY: Demokrat Bebas Menentukan Sikap

Anggitondi Martaon    •    Kamis, 10 Sep 2015 01:37 WIB
sby
SBY: Demokrat Bebas Menentukan Sikap
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) dan Ibu Ani Yudhoyono (kedua kanan), memperhatikan Ketua Fraksi Edhie Baskoro Yudhoyono (kanan) mengenakan topi tradisional di puncak peringatan HUT ke-14 Partai Demokrat di Kompleks Parleme

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai status Partai Demokrat sebagai penyeimbang membuat partai lebih leluasa dalam menentukan sikap. Demokrat, kata dia, tidak dipengaruhi kelompok lain.

"Kami lebih bebas dan lebih independen sehingga tidak terikat kebersamaan ketika menentukan sikap, ketika memberikan kritik maupun dukungan kepada pemerintah kita," kata SBY kepada Metro TV, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Meski sebagai partai penyeimbang, SBY menegaskan Demokrat tetap mengawal jalannya pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Partainya akan memberikan dukungan atau mengkritik suatu kebijakan jika dirasa tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. 

"Manakala pemerintah betul dan harus kami dukung maka akan kami dukung penuh, tetapi jikalau kami harus mengkritisi ya dengan solusi atau rekomendasi. Bagusnya begini, sebab kalau begitu sekiranya tidak tepat," ungkap Presiden ke-6 Indonesia.

Dalam puncak peringatan HUT Partai Demokrat di DPR, SBY juga memaparkan beberapa tugas dan prioritas mereka saat ini. Pertama, jajaran PD wajib membantu rakyat mengatasi kesulitan atau kehidupan rakyat akibat dari gejolak yang ada saat ini.

"DPRD atau jajaran partai kita yang setiap hari bersama masyarakat untuk melakukan tindakan konkrit," ujar dia.

Kedua, SBY menginstruksikan fraksi PD di DPR untuk membantu pemerintah pusat, presiden dan menteri untuk mengatasi persoalan ekonomi saat ini. Ketiga, dia juga meminta jajarannya untuk mengawasi negara dan pemerintah dalam menjalankan manajemen pemerintahan. 

"Mari kita pastikan manajemen dijalankan sesuai dengan konstitusi, UU dan sistem yang berlaku," terang dia.

Selain itu, dia juga meminta kadernya yang duduk di lembaga legislatif untuk mengritisi dan memastikan APBNP 2015 dan APBN 2016 tepat. Jajaran kader Partai Demokrat harus mengingatkan pemerintah untuk mengatasi ekonomi yang tengah mendapat tekanan yang berat saat ini. "Jangan besar pasak daripada tiang," tegas SBY.

SBY pun ingin para kader mengkritisi dan memastikan kebijakan dan program-program kementerian dan lembaga tepat, mendengarkan suara dan aspirasi rakyat. Selanjutnya, mereka harus mendukung keputusan dan kebijakan presiden serta menteri jika tepat dan sesuai aspirasi rakyat.

"Jangan karena kita tidak di kabinet atau pemerintahan, kita tidak setuju. Tapi kalau tidak tepat jangan takut demi rakyat, untuk mengatakan itu keliru, itu tidak tepat. Baik-baik mengatakannya. Kita harus bangun karakter politik yang baik," tandasnya.



(OGI)