Ibas Nilai Publik Mulai Sadar Memimpin Negara tak Mudah

Surya Perkasa    •    Kamis, 10 Sep 2015 01:44 WIB
partai demokrat
Ibas Nilai Publik Mulai Sadar Memimpin Negara tak Mudah
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) dan Ibu Ani Yudhoyono (kedua kanan), memperhatikan Ketua Fraksi Edhie Baskoro Yudhoyono (kanan) mengenakan topi tradisional di puncak peringatan HUT ke-14 Partai Demokrat di Kompleks Parleme

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie 'Ibas' Baskoro Yudhoyono menilai kacamata publik sudah mulai berubah dalam melihat pemerintah. Buktinya, kelompok yang dulu diam kini mulai mengkritisi kebijakan pemerintahan.

"Silent majority mulai sadar bahwa mengelola negara itu tidak mudah," ungkap Ibas di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Berbagai tantangan baik dari dalam dan luar negeri mulai memengaruhi kondisi nasional. Kebutuhan bahan yang makin melambung, PHK yang mulai terjadi di Indonesia, berbagai bencana hingga konflik antar lembaga membuat masyarakat  semakin tersadar rumitnya masalah Indonesia.

Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berharap seluruh anggota fraksi membantu pemerintah. Sebab tanpa bantuan politik dari parlemen, pemerintah tidak akan mudah menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

Hal ini, kata dia, sejalan dengan fungsi Demokrat sebagai penyeimbang. Demokrat dapat membantu pemerintah untuk rakyat, dan meluruskan eksekutif bila keluar jalur.

"Hal itu sesuai dengan garis kebijakan DPP Partai Demokrat. Fraksi demokrat sebagai penyeimbang akan terus menjadi mitra untuk kerja keras dan cerdas," pungkas dia.‎


(OGI)