Bermula dari Bedah Buku, JK Dirawat di RSCM

Yogi Bayu Aji, Dheri Agriesta    •    Kamis, 10 Sep 2015 07:33 WIB
jusuf kalla
Bermula dari Bedah Buku, JK Dirawat di RSCM
Wakil Presiden Jusuf Kalla, ANTARA/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menjabarkan bagaimana JK akhirnya dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangukusumo. Dia bercerita, awalnya JK menjadi pembicara dalam bedah buku "Reinventing Indonesia".

Buku tersebut merupakan karya mantan Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan dan Industri Ginandjar Kartasasmita dan Profesor Joseph J Stern. Buku itu 'dibedah' di Gedung Magister Manajemen Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu 9 September 2015.

"Rabu Pagi Pak JK jadi pembicara pada bedah buku Pak Ginandjar, di Salemba. Pulangnya mampir check up (di RSCM). Tapi oleh dokter disarankan general check up sekalian," kata Husain, Kamis (10/9/2015) pagi. 

Akhirnya, saran dokter diikuti JK. Pasalnya, padatnya jadwal memang membuat JK tak sempat memeriksakan diri ke dokter. "Karena selama ini tidak sempat ngecek, menyusul tingginya ritme kerja," ujar Husain.

Dari hasil pemeriksaan, kata Husain, Tim Dokter RSCM meminta JK untuk beristirahat. "Agar lebih fit akhirnya diminta istirahat oleh dokter dan bisa fokus istirahat," lanjut dia.

Sementara, pada sambutannya di bedah buku, JK memuji karya Ginandjar dan Profesor Joseph. Buku itu, kata JK, cukup menginspirasi. "Suatu buku tentu memuat pengalaman dan pandangan, karena itulah penting untuk kita semua supaya belajar dari pengalaman dan berbuat yang lebih baik pada masa datang," kata Wapres Rabu kemarin.

Pada periode 1997-1999, Ginandjar antara lain pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada masa Presiden Soeharto serta Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan dan Industri pada era Presiden Soeharto dan dilanjut saat Presiden BJ Habibie. Dari buku Ginandjar, JK berharap, generasi muda dapat memahami langkah perekonomian dan politik Indonesia dalam menghindari berulangnya krisis ekonomi.

"Satu hal yang paling penting diketahui, Pak Ginandjar punya keberpihakan yang luar biasa pada produktivitas dalam negeri dan juga orang dalam negeri," kata Wapres.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara bedah buku tersebut. Mereka di antaranya mantan Menko Kesra Agung Laksono, mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad, dan pengusaha Abdul Latief.

Wapres mengatakan kebijakan ekonomi dan politik harus dilaksanakan dengan produktivitas yang baik di dalam negeri dan menggunakan pasar dengan efisien. "Seperti filosofi Pak Ginajar, sesuatu harus memiliki keberpihakan, baik bagaimana meningkatkan produktivitas kita karena itu juga membina kita untuk memiliki peranan yang kuat untuk bangsa ini," ujar Kalla sebelum diperiksa dokter.



(OGI)