Apple Benamkan Wall Street 1%

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 10 Sep 2015 08:31 WIB
wall street
Apple Benamkan Wall Street 1%
Ilustrasi Apple -- FOTO: Reuters/Adrees

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham di Amerika Serikat (AS) melemah lebih dari satu persen pada Rabu waktu setempat setelah sempat reli pada perdagangan sebelumnya.

Penurunan tersebut dipimpin oleh amblesnya saham Apple dan saham perusahaan energi karena jatuhnya harga minyak. Saham Apple merosot 1,9 persen menjadi USD110,15 dan menghapus keuntungan karena meluncurkan produk baru.

Seperti diketahui, perusahaan yang dimotori mendiang Steve Jobs tersebut mengumumkan versi baru dari Apple TV dengan app store yang menggunakan kendali remote kontrol. Beberapa analis mengatakan investor menjual saham Apple karena harapan yang begitu tinggi menjelang acara.

Sementara itu, indeks energi .SPNY memimpin penurunan di antara sektor S & P 500 yakni jatuh 1,9 persen karena harga minyak CLc1 jeblok 3,9 persen. Saham Chevron melemah 2,5 persen menjadi USD74,92.

"Investor masih mencari perkembangan kebijakan dari Tiongkok dan juga waspada terhadap apa yang mungkin datang dari The Fed pekan depan," tutur Wakil Presiden Senior BB & T Wealth Management, Bucky Hellwig, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (10/9/2015).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 239,11 poin atau 1,45 persen menjadi 16.253,57, indeks S & P 500 kehilangan 27,37 poin atau 1,39 persen ke 1.942,04, dan Nasdaq Composite turun 55,40 poin atau 1,15 persen ke 4.756,53.

Pemerintah Tiongkok mengatakan akan memperkuat kebijakan fiskal, meningkatkan belanja infrastruktur, dan mempercepat reformasi pajak untuk reenergize pertumbuhan.

Pasar keuangan global telah terguncang dalam beberapa pekan terakhir oleh kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi Tiongkok bisa menyeret pertumbuhan global yang sudah lamban. Hal ini mendorong beberapa investor untuk bertaruh bahwa bank sentral AS akan menunda kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.

Sekitar 7,2 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian sebesar 7,4 miliar lembar saham, demikian menurut data dari BATS Global Markets.


(AHL)