Wakil Dubes RI: Kemungkinan Kapal Rusak, Bukan Dibajak

Fajar Nugraha    •    Kamis, 10 Sep 2015 12:49 WIB
pembajakan
Wakil Dubes RI: Kemungkinan Kapal Rusak, Bukan Dibajak
Ilustrasi kapal (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Wakil Dubes Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono menyebutkan hilangnya kapal kargo yang dinahkodai oleh warga negara Indonesia (WNI) masih terus didalami.

"(Saat ini) masih minim infonya," ujar Hermono, saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (10/9/2015).

"Kasusnya masih kami dalami. Kemungkinan kapal rusak, bukan dibajak," lanjutnya.

Sebelumnya disebutkan, pemilik dari kapal MV Sah Lian kehilangan kontak dengan kru pada 2 September pekan lalu saat berlayar di perairan Sarawak. Kapal ini membawa berbagai muatan, termasuk produk olahan besi, pipa dan makanan dari Kuching ke kota Limbang

(Baca: Hilang Sepekan, Kapal Kargo Malaysia Diduga Dibajak)

Kapal ini dinahkodai oleh WNI bernama HI. Saat dilaporkan hilang, kapal berlayar dari rute perjalanan Kuching ke Limbang atau sebelah utara dekat Brunei dengan membawa 500 ton barang dan 14 anak buah kapal (ABK).

"Kapal masih dicari dan sudah diinformasikan ke pihak berwenang Thailand serta Filipina. Sementara untuk perincian kewarganegaraan ABK masih belum diketahui," imbuh Wadubes Hermono.

Sementara Kepala Penjaga Pantai Malaysia Laksamana Ismaili Bujang Pit, meyakini kapal ini dibajak dan dibawa ke luar perairan Malaysia. Ismaili menyebutkan kapal mungkin sekarang ada di Pulau Natuna, Indonesia.

Ismaili mengatakan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) sedang mencari kapal tersebut. Agensi juga telah meminta bantuan Thailand dan Vietnam.
 


(FJR)