Kadin: Industri, Solusi Fondasi Baru Ekonomi Indonesia

Angga Bratadharma    •    Kamis, 10 Sep 2015 13:04 WIB
ekonomi indonesia
Kadin: Industri, Solusi Fondasi Baru Ekonomi Indonesia
Kadin (Foto: Dokumentasi Kadin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial menilai sektor industri perlu dijadikan fondasi baru dalam pembangunan ekonomi nasional. Kadin mendukung pemerintah yang telah mengeluarkan paket kebijakan untuk mendukung pertumbuhan industri nasional.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P. Roeslani pemerintah sudah menunjukkan dukungan pada pertumbuhan sektor industri. Salah satunya melalui peresmian smelter nikel di Morowali (Sulawesi Tengah) oleh Presiden Jokowi pada Mei lalu. 

"Untuk industri hulu, Kadin juga mendorong pemerintah untuk mempercepat realisasi pembangunan kilang minyak di Indonesia yang sudah cukup lama tertunda," terang Rosan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Kehadiran smelter dan kilang minyak pada sektor hulu industri, dalam pandangan Rosan, akan memberikan nilai tambah pada komoditas atau produk yang dihasilkan. Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pengekspor bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk turunan dengan nilai jual yang lebih tinggi.

"Lebih dari itu, industri hulu akan menghidupkan produk turunan, industri pengolahan, dan lini-lini bisnis terkait. Karena itu, realisasi industri hulu memiliki efek berantai yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara luas," papar Rosan.

Rosan menambahkan, ada tiga sektor Industri yang perlu mendapatkan penekanan. Tiga sektor itu adalah industri yang berbasis agribisnis, industri yang berbasis komoditas, dan industri yang berbasis maritim. Karena untuk ketiga sektor tersebut Indonesia sudah memiliki modal dasar berupa ketersediaan kekayaan alam yang melimpah. 

"Kita ingin Kadin berkembang menjadi mitra pemerintah yang kredibel. Selain itu, Kadin perlu diarahkan untuk memfasilitasi kepentingan dunia usaha, harus mempu menjabarkan apa yang dibutuhkan dunia usaha," pungkas Rosan.


(ABD)