REI Usul Uang Muka KPR 7-8%

Husen Miftahudin    •    Kamis, 10 Sep 2015 15:52 WIB
rei
REI Usul Uang Muka KPR 7-8%
Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy (ANTARA FOTO/Audy Alwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy mengusulkan pada pemerintah agar memberi uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 7-8 persen dari harga jual rumah. Ini penting, agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mampu membeli hunian ideal sehingga kekurangan akan perumahan (backlog) menurun.

"Jadi kita lihat ini untuk mereka masyarakat yang berpenghasilan rendah. Jadi kalau mereka juga dikover dengan mungkin bunganya lebih rendah dari sekarang, itu juga membantu mereka untuk bisa mendapatkan rumah," ujar Eddy, usai hadiri acara Indonesia Banking Expo (IBEX), JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2015).

Lebih lanjut Eddy menjelaskan, masyarakat yang memiliki pendapatan hanya Rp3 juta, mampu memiliki rumah ideal dengan bunga yang lebih rendah. Sedangkan bagi masyarakat berpenghasilan Rp3 juta-Rp5 juta akan diberikan bunga yang lebih tinggi sedikit dibandingkan masyarakat berpenghasilan Rp3 juta per bulan.

"Ini agar kemampuan daya beli masyarakat terhadap rumah meningkat. Dengan begitu, akan mengurangi backlog itu sendiri," papar dia.

Ia mengakui, usulan ini merupakan usulan yang baik bagi masyarakat. Meski baru dicetuskan, Eddy akan segera menyampaikan usulan tersebut dan berkoordinasi dengan pemerintah. Diharapkan, usulan ini bisa diterima oleh pemerintah dan segera direalisasikan.

Eddy menambahkan, rumah yang akan dibangun dengan sistem paket Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Paket II nantinya hanya berbeda dari sisi lokasi, sedangkan tipe rumahnya sendiri sama. Masyarakat dengan penghasilan Rp3 juta akan mendapatkan rumah yang jauh dari kota.

"Sedangkan masyarakat berpenghasilan Rp3 juta-Rp5 juta akan mendapat rumah yang dekat dengan kota. Jadi tipenya tetap sama, speknya sama, bedanya hanya di lokasi," tutup Eddy.


(ABD)