Dwelling Time Lama karena Pelabuhan Dikuasai Swasta

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 10 Sep 2015 15:52 WIB
dwelling time
<i>Dwelling Time</i> Lama karena Pelabuhan Dikuasai Swasta
illustrasi dwelling time. Terbit: mohhamad irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menduga lamanya kapal bersandar di pelabuhan karena banyak dikuasai pengusaha-pengusaha swasta.

"Jadi prinsipnya ingin mengurangi dwelling time dari tujuh hari menjadi delapan hari kurang dari 2,5 hari. Yang kedua soal dwelling time, ada waktu sandar yang lama, kenapa? Karena lapak Pelindo itu disewakan swasta ini dan koordinasinya tidak bagus sehingga waktu sandar menjadi sangat lama," ungkap Rizal Ramli saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Dia menambahkan lamanya kapal bersandar di pelabuhan menyebabkan meningkatnya biaya sewa. Ia menjelaskan 1 kapal 5.000 Date Weight Tonage (DWT) itu sebesar USD5000. 

“Kalau yang lebih besar bobot kapalnya 35.000 DWT itu sebesar USD17 ribu. Makin lama makin mahal sewanya," jelas Rizal.

Selain itu, menurutnya sistem Pelabuhan Tanjung Priok harus mengikuti sistem di Pelabuhan Surabaya dan Makasar dengan kapal yang datang pertama itulah yang seharusnya dilayani. Menurutnya sistem yang ada justru berkebalikan. 

"Kami ingin Otoritas Pelabuhan dan Pelindo menerapkan first come first serve. Kapal yang datang pertama itu yang diservis. Jangan ada raja-raja kecil di sini. Ngapain saja Pelindo di sini, administrator pelabuhan harus bisa benahi ini," katanya.

Selain itu, dia juga mengatakan lama waktu kapal bersandar kapal di pelabuhanya menurut standar luar negeri selama 1,5 hari. Namun dalam beberapa kasus ada yang bisa mencapai lima hari. 

"Ini karena adanya lapak-lapak itu. Nah selain itu juga berdampak pada dwelling time," imbuh Menko Maritim itu.


(SAW)