Jalan Panjang Rio Kibarkan Merah Putih di Podium F1

Gilang Akbar Noviansyah    •    Kamis, 10 Sep 2015 16:28 WIB
Jalan Panjang Rio Kibarkan Merah Putih di Podium F1
Rio di podium sirkuit Sakhir, Bahrain. (foto: Pertamina)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menghormat kepada Merah Putih yang berkibar sambil menyanyikan Indonesia Raya, adalah cita-cita setiap olahragarawan di ajang international. Rio Heryanto telah mencapainya ketika berhasil naik podium juara usai memenangkan balap GP2 di Sirkuit Sakhir, Bahrain.

Walaupun tidak berada di start urutan pertama dalam balap yang berlangsung April lalu, Rio tetap percaya diri. Terbukti pembalap yang didukung Pertamina ini mampu menaklukkan 23 putaran sepanjang 124.476 km.

"Saya menjalani start yang sangat baik dari posisi tujuh tanpa wheelspin dan berhasil menyalip empat mobil. Mobil terasa sangat kompetitif dan memiliki setelan yang bagus dengan satu set ban prime baru," ujar Rio seusai meraih trophy kemenangannya.

Tahun ini ialah musim keempat Rio balapan di GP2 Series, dari enam seri (12 balapan) yang sudah digelar, Rio berhasil memenangi tiga sprint race di Bahrain, Austria dan Inggris. Di dalam daftar klasemen sementara pembalap, nama Rio ada di peringkat empat, di bawah Stoffel Vandoorn (Belgia).

Tidak banyak pembalap yang berkemampuan teknis dan bermental juara seperti Rio. Tak heran pemuda kelahiran 22 Januari 1993 ini sudah dilamar setidaknya oleh tiga tim F1 untuk duduk di kokpit mobil mereka pada musim balap 2016.

Memang lamaran bukan datang dari tim papan sekelas Ferrari atas McLaren‎. Tapi seperti itulah jenjang yang harus dilalui oleh setiap pembalap profesional. Mereka harus membuktikan kegigihan melalui tim papan tengah terlebih dahulu.

Prestasi yang diraih dan kesempatan yang datang, merupakan modal penting bagi Rio melanjutkan karier balapnya ke ajang Formula 1 yang prestisius. Mengibarkan bendera Merah Putih di atas podium balap jet darat F1 akan menjadi sejarah baru bagi olahraga Indonesia.

Sedangkan dukungan dana yang merupakan faktor penting berikutnya, membutuhkan dukungan luar biasa dari semua pihak. Bukan hanya pemerintah tetapi juga sponsor.

"Kebutuhannya sekitar 15 juta-20 juta euro. Itu untuk kontrak dengan salah satu tim F1 papan tengah dan atas," kata Rio yang didukung Pertamina sejak berkiprah di GP3 dan GP2.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menegaskan komitmen Pertamina mendukung atlet berprestasi mengharumkan nama Indonesia di ajang kelas dunia. Kebersamaan dengan Rio Haryanto yang telah dijalin semenjak merintis karier di GP3 dan GP2 di Eropa pastinya akan Pertamina lanjutkan hingga F1.

Buktinya saat ini, Pertamina sudah menganggarkan dana sebesar 1,7 juta euro (sekitar Rp 26 miliar) untuk mendukung pembalap muda Indonesia tersebut. ‎Jumlah tersebut belum cukup untuk memastikan jalan ke F1 benar-benar terbuka, Pertamina membutuhkan dukungan dari pihak swasta dan BUMN lain. 

Presiden Joko Widodo pun tidak tinggal diam. Dia sudah memerintahkan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno mengajak BUMN lain dan juga swasta untuk membantu Pertamina mendukung Rio.

"Presiden sudah mengarahkan agar Menteri BUMN yang punya networking cukup banyak dengan para pengusaha bisa memberi dukungan. Ke depan mudah-mudahan tidak hanya Pertamina yang membantu Rio," ujar Dwi.

Harapan yang sama disampaikan anggota DPR RI, Moreno Soeprapto. Menurut mantan pembalap nasional ini butuh dukungan dari semua pihak jika ingin melihat ada anak bangsa menjadi juara F1.

"Setidaknya butuh US$20 juta (sekitar Rp 270 miliar) bagi Rio untuk berlaga di F1. Jika pemerintah mau patungan dengan sejumlah pihak, pasti itu bisa terpenuhi," ujar Moreno.

 
(LHE)