Usai Dibunuh, Ponsel Rian Masih Aktif Komunikasi

Arga sumantri    •    Kamis, 10 Sep 2015 19:43 WIB
pembunuhan asisten presdir xl
Usai Dibunuh, Ponsel Rian Masih Aktif Komunikasi
Bukti pesan lewat whatsapp yang dikirim Rian usai ia dibunuh - foto: Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Ponsel milik Hayriantira atau Rian, belakangan diketahui masih aktif berkomunikasi usai dia dibunuh. Bahkan pesan melalui aplikasi pesan singkat sempat terkirim dari ponselnya ke grup whatsapp keluarga.

"Korban kan meninggal tanggal 30 Oktober 2014. Tapi pelaku ternyata menggunakan HP korban dan membuat seolah-olah korban ini masih hidup. HP korban ini masih aktif komunikasi, termasuk mengirim pesan pada grup Whatsapp keluarga," kata pengacara korban, Rivai Kusumanegara di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2015).

Rivai sempat menunjukkan salah satu pesan yang terkirim dari telepon genggam asisten Presiden Direktur XL itu kepada grup Whatsapp keluarga. Pesan itu dikirim tanggal 4 November 2014, beberapa hari setelah Rian tewas. Isi pesannya;

"Hello hello aku baik-baik saja. Ogut punya info bagus untuk semua... Ry (Rian-red) sudah nikah lagi hari sabtu kemaren di gereja dengan Alex. Untuk sementara Ry akan tinggal di rumah kakaknya Alex dan mohon maaf Ry sudah pindah keyakinan.

Dan Ry ikut saran mama saja kalau Ry harus kejar keinginan untuk rumah tangga baru. Jadi sementara Ry fokus dikeluarga baru Ry dulu yaa.

Titip anak-anak.

Oh iya, Ry sudah dibelikan rumah dan kendaraan baru sebagai mas kawin dari Alex.

One more things for kang Yop.. Ry masih jaga rahasia pribadi kita belom pernah Ry ceritakan ke siapa-siapa kok"


"Kita juga belum bisa pastikan siapa pengirim itu. Yang jelas pelaku terlihat santai benar sampai nekad masih mainkan HP korban seperti itu," kata Rivai.

Hayriantira dinyatakan hilang sejak November 2014. Keluarga korban berusaha mencari dan akhirnya melapor polisi pada April 2015.

Setelah ditelusuri, akhirnya keberadaan Hayriantira diketahui dan dinyatakan dibunuh oleh teman dekatnya, Andi Wahyudi, pada Kamis 30 Oktober 2014 di Hotel Cipaganti, Garut, Jawa Barat. Motif pembunuhan diketahui, karena persoalan pribadi.


(REN)