Rupiah Belum Respons Paket Kebijakan Ekonomi

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 11 Sep 2015 08:23 WIB
kurs rupiah
Rupiah Belum Respons Paket Kebijakan Ekonomi
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Paket kebijakan ekonomi tahap satu yang dikeluarkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dinilai cukup baik, tapi belum berpengaruh ke pasar. Alhasil, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) masih lemah, dan IHSG pun cenderung mengikuti.

"Kemungkinan pelaku pasar belum sepenuhnya merespons positif akan kebijakan-kebijakan tersebut," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang ‎diterima Metrotvnews.com‎, Jumat (11/9/2015).

Selain itu, pelaku pasar juga menunggu realisasi dan mekanisme untuk menjalankan kebijakan tersebut. Sehingga tidak hanya menjadi kebijakan yang sifatnya normatif, tapi bisa diimplementasikan secara langsung.

Meski demikian, penguatan yang terjadi pun masih bersifat terbatas, di mana masih rawan terjadinya pembalikan pelemahan rupiah. Namun, tetap cermati sentimen yang akan dirilis dimana dapat berimbas negatif pada laju rupiah.

"Laju rupiah di bawah target support Rp14.256 per USD. Jika target support kembali ditabrak, maka target tersebut selanjutnya harus ditahan oleh rupiah. Jika gagal bertahan, maka rupiah dapat berpotensi kembali mengalami pelemahannya. Jikapun terjadi penguatan maka sifatnya cenderung terbatas," tutur dia.

Oleh karena itu, mengamati adanya keadaan tersebut, investor diminta tetap mencermati sentimen yang akan dirilis, di mana dapat berimbas negatif pada laju rupiah.

"Dalam satu hari ini laju rupiah akan berada di level 14.300-Rp14.345 per USD (kurs tengah BI)," tutupnya.


(AHL)