Dibuka Menguat, Rupiah Kembali Tertekan

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 11 Sep 2015 09:39 WIB
kurs rupiah
Dibuka Menguat, Rupiah Kembali Tertekan
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini dibuka menguat. Rupiah bahkan sempat bertengger di bawah Rp14.300 per USD.

Pagi ini berdasarkan data Bloomberg, Jumat (11/9/2015), rupiah menguat ke posisi Rp14.298 per USD jika dibandingkan sebelumnya yang parkir di level Rp14.332 per USD. Namun, tak beberapa lama kemudian, rupiah harus kembali terjerembab ke level Rp14.311 per USD. Rupiah telah melemah sebesar 20,70 poin atau setara 0,14 persen.

Sementara itu, berdasarkan data dari Yahoo Finance, rupiah menguat ke level Rp14.215 per USD. Lagi-lagi rupiah tak bisa mempertahankan posisinya serta harus rela melemah empat poin atau setara 0,03 persen dan saat ini berada di level Rp14.310 per USD.

Mengutip analisa Samuel Sekuritas, usai pengumuman paket kebijakan September tahap pertama, optimisme di pasar keuangan sama sekali tidak terlihat. Ketiadaan rincian menghilangkan kredibilitas kebijakan sehingga menggerus harapan berlebih yang sudah terlanjur naik menjelang pengumuman Presiden kemarin.

"Walaupun dolar sedikit menguat di Asia akibat meningkatnya harapan deflasi (perlambatan ekonomi) Tiongkok, rupiah mengalami pelemahan yang relatif dalam bersamaan dengan pelemahan IHSG serta SUN," ujar hasil riset tersebut.

Adapun harga komoditas yang membaik dan dolar index yang turun masih akan memberikan kekuatan tambahan mata uang Asia, termasuk rupiah, terhadap dollar walaupun isu negatif domestik bisa memberikan tekanan lebih terhadap rupiah.

"Di tengah kegugupan menjelang FOMC meeting, fokus akan beralih ke angka neraca perdagangan Indonesia yang datang Selasa mendatang yang masih akan surplus, perhatikan pertumbuhan impor sebagai indikator pertumbuhan," pungkasnya.


(AHL)