DPR Tegaskan Satu Pejabat tak Bisa Dapat Gaji Dobel

Meilikhah    •    Jumat, 11 Sep 2015 11:27 WIB
dpr
DPR Tegaskan Satu Pejabat tak Bisa Dapat Gaji Dobel
Agus Hermanto--Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah menteri di Kabinet Kerja belum resmi mundur dari kursi anggota DPR. Meski demikian, tak mungkin mereka menerima gaji ganda. Sebab APBN tidak mungkin membayar dua kali gaji orang yang sama.

"Kalau dapat gaji dobel, pastinya suruh kembalikan. Karena APBN hanya bisa bayar satu gaji saja," tegas Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2015).

Agus mengatakan, kasus serupa juga pernah terjadi pada anggota dewan yang sebelumnya menjabat sebagai pegawai negeri. Untuk menghindari kerugian negara akibat gaji dua kali, maka gaji terakhir sebelum menduduki jabatan baru harus dikembalikan. "Kalau dua-duanya dapat, ya dikembalikan. Supaya kerugian negara yang bersifat uang tidak terjadi," jelasnya.

Sampai hari ini dua politikus PDI Perjuangan, Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo, masih tercatat sebagai anggota dewan. Padahal keduanya sudah 11 bulan menjabat sebagai menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Puan menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sementara Tjahjo menduduki kursi Menteri Dalam negeri.

Menteri Puan membenarkan namanya masih tercatat di kursi DPR. Namun, ia tak lagi menerima fasilitas dan gaji sebagai anggota dewan."Sudah enggak terima fasilitas sama sekali. Jadi memang hanya nama saja," kata Puan, Rabu 13 Mei kemarin.

Puan mengaku tak tahu sosok yang menggantikannya dalam pergantian antarwaktu (PAW). Urusan itu diurus partai dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga membantah namanya masih terdaftar sebagai anggota DPR. Tjahjo menegaskan sudah melayangkan surat pengunduran diri setelah dipercaya menjadi pembantu Jokowi-JK.


(YDH)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA