Norwegia Tolak Bayar Tebusan bagi Warga yang Disandera ISIS

Fajar Nugraha    •    Jumat, 11 Sep 2015 12:12 WIB
isis
Norwegia Tolak Bayar Tebusan bagi Warga yang Disandera ISIS
Kelompok ISIS (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Oslo: Kelompok militan ISIS telah meminta uang tebusan untuk dua sandera barunya, seorang warga Tiongkok dan seorang warga Norwegia.

Perdana Menteri Norwegia Erna Soldberg mengkonfirmasi bahwa seorang warganya disandera di Suriah. Ia mengatakan semua data mengindikasikan ISIS adalah dalangnya.

Soldberg mengatakan warga Norwegia berjenis kelamin laki-laki itu, diketahui sebagai Ole Johan Grimsgaard dari Oslo dan berusia 48 tahun. Dia diculik akhir Januari lalu.

Kamis (9/9/2015), juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hong Lei mengecam keras aksi kekerasan ISIS yang menyasar warga sipil.

"Pemerintah masih berusaha mengkonfirmasi laporan tentang warga yang diduga diculik militan itu," ujar Hong Lei, seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat (11//9/2015).

Kedutaan besar Tiongkok di Irak mengatakan belum memiliki informasi tentang Fan Jinghui, yang diduga diculik ISIS. Fan dikatakan berusia 50 tahun dan diyakini adalah warga Tiongkok pertama yang disandera ISIS.

Kelompok militan itu memasang poster kedua laki-laki itu di bagian belakang edisi terbaru majalah online-nya, Dabiq. Kedua laki-laki itu tampak mengenakan seragam tahanan berwarna kuning. Di bawah gambar, tertulis "Sandera Norwegia Dijual" dan "Sandera Tiongkok Dijual".

Sebuah nomor telegram juga terpasang di poster itu untuk pembayaran uang tebusan bagi kedua tahanan tersebut. Pemerintah Norwegia mengatakan tidak akan menuruti permintaan penjahat dan tidak akan membayar uang tebusan. Dalam poster tersebut, ISIS memasang nama kedua laki-laki itu, tanggal lahir dan alamat rumah mereka.

Menurut laporan media Tiongkok, alamat Fan sesuai dengan alamat perusahaan yang dikatakan adalah miliknya. Fan bekerja dalam industri periklanan. Seorang laki-laki yang mengaku bekas teman sekolah Fan telah merilis foto-foto Fan, tetapi belum ada banyak informasi tentang keluarga Fan.

Negeri Tirai Bambu selama ini menerapkan kebijakan tidak campur tangan dalam isu domestik negara lain, termasuk di Suriah. Tiongkok tidak ikut dalam koalisi pimpinan Amerika yang melakukan ofensif udara terhadap ISIS disana. Bersama Rusia, Tiongkok  juga memveto resolusi PBB yang hendak mengajukan Suriah ke Mahkamah Kejahatan Internasional.
 


(FJR)