Bareskrim Sudah Periksa Satu Pejabat Keuangan Pertamina Foundation

Githa Farahdina    •    Jumat, 11 Sep 2015 15:49 WIB
kasus korupsi
Bareskrim Sudah Periksa Satu Pejabat Keuangan Pertamina Foundation
Ilustrasi Penyidik Bareskrim--MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasubdit Money Laundring Dirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Golkar Pangraso mengatakan sudah memeriksa belasan saksi terkait kasus dugaan korupsi dana CSR Pertamina Foundation. Salah satu saksi adalah pejabat keuangan Pertamina Foundation.

"17 saksi, sukarelawan dan satu orang pejabat keuangan," kata Golkar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2015).

Semua saksi yang diperiksa merupakan orang-orang yang diperlukan keterangannya. Pasalnya, mereka yang diperiksa adalah orang yang berhubungan langsung dengan program penanaman 100 juta pohon rentang 2012-2014.

Hingga saat ini penyidik belum berencana memeriksa mantan Direktur Pertamina Foundation Nina Nurlina Pramono. Saat ini, Nina sudah menyandang status tersangka.

Keterangan Nina, tambah Golkar, belum diperlukan. "Ya kita manggil orang masa enggak berguna," tegasnya.

Pada 1 September lalu, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggeledah sebuah kantor di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Penggeledahan digelar dalam rangka penyidikan kasus pidana terkait Pertamina Foundation.   

Menurut Victor Simanjuntak yang saat itu menjabat sebagai Direktur Tipideksus Brigjen proyek CSR tersebut digunakan untuk program Gerakan Menanam Pohon, Sekolah Sobat Bumi, Beasiswa Sobat Bumi dan Sekolah Sepak Bola Pertamina. Total kerugian diperkirakan Rp126 miliar sejak 2012 hingga 2014 dari total angka sebenarnya sekitar Rp256 miliar.

Victor menjelaskan, banyak pihak menilai CSR tak bisa dikategorikan korupsi. Tapi ia punya penjelasan. "Jangan lupa, laporan keuangan pemerintah pusat, CSR masuk di situ. CSR merupakan keuangan negara yang dipisahkan. Tetap ini korupsi yang merugikan keuangan negara," ujar Victor.


(YDH)