Review Game

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, Semakin Seru dan Menantang

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 11 Sep 2015 16:41 WIB
review game indonesia
Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, Semakin Seru dan Menantang
Snake di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain

Metrotvnews.com, Jakarta: Kami sangat suka dengan game open-world. Menurut kami, ia menawarkan lebih dari sekadar bermain game karena pemainnya bebas melakukan apa pun di dunia tersebut. Sebagai contoh, Anda tidak perlu mengikuti misi untuk mendapatkan helikopter di GTA V. Anda juga dapat membunuh hampir setiap orang yang berpapasan dengan Anda di The Witcher 3: Wild Hunt. Game open-world biasanya juga dilengkapi dengan sistem side-quest, item crafting, hingga hal-hal rahasia yang harus ditemukan sendiri oleh para pemainnya.

Itulah mengapa game open world dapat membuat pemainnya betah bermain bahkan hingga ratusan jam. Setelah menghabiskan ratusan jam di GTA V dan The Witcher 3, kini kami kembali "dipaksa" meluangkan waktu untuk memainkan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Game yang merupakan kolaborasi antara pengembang game kondang Hideo Kojima serta Konami ini hadir dengan bentuk baru yang jauh lebih menarik dari sebelumnya.



Sebagaimana game Metal Gear Solid lainnya, kali ini Anda akan kembali berperan sebagai Snake, seorang prajurit super yang mampu menghabisi satu markas sendirian. Snake tidak seperti Rambo atau Chuck Norris yang datang langsung ke depan musuhnya lalu menyiramkan peluru dan membuat markas musuh hancur berantakan seketika. Snake lebih dikenal sebagai "penyusup" ketimbang "pembantai". Ia membantai musuhnya satu per-satu tanpa diketahui hingga tak tersisa satu pun.

Sosok Snake yang legendaris tersebut juga ditampilkan dengan sangat baik di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Snake masih sangat andal untuk diajak membantai musuhnya satu per-satu tanpa ketahuan. Malah, jika Anda sengaja bermain ala Rambo atau Chuck Norris, Snake akan cepat mati dan tingkat keberhasilan misi menjadi sangat rendah. Menyerang secara diam-diam adalah gaya bertempur Snake, dan Kojima ingin agar Anda menghormati hal tersebut.



Dalam misi pertama, Snake diminta untuk mencari dan menyelamatkan Kazuhira Miller atau Kaz yang ditawan musuh. Menurut intelijen, Kaz ditawan di salah satu markas musuh di Afghanistan. Snake pun langsung meluncur ke sana dengan hanya bermodal pistol berpeluru bius (tranquilizer), senjata dengan peredam (yang dapat rusak), beberapa buah granat, serta seekor kuda karena jalan menuju markas musuh harus melewati pegunungan gersang dan terjal.

Tiba di Afghanistan, Snake diminta untuk mencari posisi sebenarnya dari Kaz. Untuk itu, Snake harus menyusup ke sebuah pos penjagaan musuh dan meneliti dokumen intelijen musuh di sana. Setelah berhasil memperoleh posisi pasti Kaz, Snake kemudian pergi ke sebuah markas musuh di lereng gunung.

Markas tersebut dijaga sangat ketat dan terlihat seperti mustahil untuk ditembus. Namun ia adalah Snake, prajurit super yang mampu beraksi layaknya makhluk halus yang tidak dapat dideteksi manusia biasa.



Metal Gear Solid V: The Phantom Pain hadir dengan berbagai fitur baru, salah satunya adalah Phantom Cigar yang dapat membuat snake merokok terlebih dulu dan menunggu sampai tengah malam sebelum kemudian beraksi. Mengapa tengah malam? Tentunya karena malam hari (apalagi di Afghanistan) musuh akan lebih sulit mendeteksi kami. Selain itu, musuh di malam hari juga terlihat lebih malas. Beberapa bahkan ada yang tidur karena mengantuk.

Kami mengambil jalan di arah Timur yang terlihat lebih dekat dan memiliki penjagaan paling longgar. Meskipun demikian, ada satu prajurit yang berjaga di lampu sorot. Hal tersebut tentu sangat mengancam misi Snake karena lampu sorot dapat membuat Snake dapat terlihat di dalam kegelapan.

Kami memutuskan untuk memancing musuh dengan melemparkan magasin peluru kosong ke arah musuh. Cara tersebut dapat menarik perhatian musuh dan dari situ kami lumpuhkan dengan menggunakan tranquilizer.



Setelah menemukan Kaz, kami diminta untuk memboyongnya ke LZ (Landing Zone, istilah untuk titik penjemputan) yang telah ditentukan. Kaz tidak bisa berjalan sendiri karena satu kaki dan tangannya telah diamputasi musuh. Dengan terpaksa kami harus menggendongnya ke LZ. Di perjalanan, kami sempat berhenti karena melihat sesuatu yang bercahaya tergeletak di tanah. Setelah didekati, ternyata benda tersebut merupakan potongan berlian. Tentu saja kami pun mengambilnya.

Di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, Anda akan dihadapkan berbagai macam sumber daya, mulai dari bahan bakar, hingga sumber bahan organik. Semua itu digunakan untuk meng-upgrade markas besar (Motherbase) sehingga Anda dapat melakukan riset berbagai senjata dan peralatan tempur lainnya.

Anda juga dapat mencuri berbagai senjata yang ada di markas musuh dengan mengaitkannya ke sebuah balon udara khusus yang kemudian akan diambil tim dari Motherbase. Balon tersebut juga dapat digunakan untuk "menculik" pasukan musuh dan hewan-hewan yang berkeliaran di Afghanistan.



Kami pun tiba di LZ, dan helikopter menyambut kami. Sayangnya, pilot mengatakan bahwa lokasi penjemputan diselimuti gas, sehingga helikopter tidak bisa mendarat. Kami pun bertanya, "gas apa yang bisa membuat helikopter tidak bisa mendarat?".

Tiba-tiba, sekumpulan pasukan aneh muncul dari balik kabut gas. Pasukan tersebut mirip dengan zombie, namun gerakannya sangat lincah, bahkan mirip dengan ninja-ninja yang ada di film kartun Naruto.

Pasukan bernama The Skulls tersebut tampaknya bukan pasukan sembarangan. Ketika mencoba menghindar dari, mereka dengan sigap menarik senapan dari tangannya dan langsung menembakkannya ke arah kami. Kami diminta untuk kabur dan keluar dari zona gas tersebut.

Tidak terlalu sulit memang, namun cukup seru dan mendebarkan. Setelah berhasil keluar, kami pun dijemput kembali dengan helikopter dan membawa Kaz pulang ke Motherbase.



Metal Gear Solid V: The Phantom Pain tak hanya menyajikan misi-misi yang menarik untuk dijalankan. Game ini juga menyajikan cerita yang sangat menarik, bahkan masih menarik bagi mereka yang belum pernah memainkan seri game Metal Gear Solid sebelumnya. 

Dalam game ini, Kojima terlihat pintar dalam mengembangkan ide baru dan menyajikan hal-hal baru. Cardboard Box 2.0 misalnya. Kardus ikonik yang ada di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain tersebut merupakan salah satu ide paling brilian yang dihadirkan Kojima. Selain kocak, kardus tersebut terbukti sangat ampuh sebagai penunjang misi.



Fitur lain yang tak kalah menarik adalah pengembangan Motherbase. Untuk mengembangkan Motherbase, Anda membutuhkan berbagai material serta personel. Uniknya, setiap personel memiliki kemampuan yang berbeda dan Anda dapat menempatkannya di divisi yang sesuai dengan kemampuannya.

Jika Anda sempat memainkan Metal Gear Solid V: Ground Zeroes dan menjalankan semua misinya, karakter tahanan yang Anda bebaskan juga akan menjadi personel di Motherbase Anda, termasuk Hideo Kojima.

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain benar-benar solid sesuai dengan namanya. Baik dari segi mekanis, cerita, maupun grafis, semuanya disajikan dengan sangat baik. Lebih hebatnya lagi, grafisnya tergolong sangat ringan, bahkan masih dapat dijalankan dengan lancar di notebook kelas menengah.

Lupakan masalah konspirasi Konami dengan Hideo Kojima. Lupakan masalah Silent Hill yang dibatalkan. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menikmati game ini dan membuat Snake berjaya hingga akhir.



Platform: PC, PlayStation 4, PlayStation 3, Xbox 360, Xbox One
Developer: Konami / Kojima Production
Tanggal Rilis: 1 September 2015
Jenis: Action, Adventure, Stealth
Situs Resmi: http://www.konami.jp/mgs5
 

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain

 

9.3

  • Gameplay seru
  • Cerita menarik
  • Grafis bagus dan ringan
  • Kontrol mouse kurang dioptimalisasi



(ABE)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA