Petinggi MPR Ini Pernah Tidak Mampu Bayar Uang Kuliah

Kesturi Haryunani    •    Jumat, 11 Sep 2015 16:48 WIB
mpr ads
Petinggi MPR Ini Pernah Tidak Mampu Bayar Uang Kuliah
Wakil Ketua MPR Mahyudin -- MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Mataram: Wakil ketua MPR Mahyudin membagi kiat sukses kepada siswa SMAN 7 Mataram. Ia menceritakan pahit getir kehidupan pada masa lalunya.

"Sejak SMA saya sudah bekerja membiayai hidup. Waktu itu sudah bekerja membuat batu bata," tuturnya sebelum mulai sosialisasi Empat Pilar di SMAN 7 Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (10/9/2015).

Saat mengikuti UMPTN, tutur Mahyudin, dirinya berhasil masuk Fakultas Teknik universitas negeri di Banjarmasin. Tapi Mahyudin tidak mampu membayar uang kuliah Rp78 ribu.

"Saya jualan pisang goreng, kalau malam ngojek. Karena tidak punya uang untuk bayar SPP, terpaksa utang ke teman," ceritanya.

Kehidupannya mulai membaik setelah lulus dari perguruan tinggi. Mahyudin berhasil mengerjakan sebuah proyek.

"Usia 29 tahun sudah menjadi anggota DPRD," katanya disambut tepuk tangan siswa.

Kesuksesan Mahyudin berlanjut, pada 2001 ia berhasil menjadi Wakil Bupati Kutai Timur. Kemudian pada 2003, Mahyudin menjabat Bupati Kutai Timur dan menjadi bupati termuda.

"Tetapi kalah pada pemilihan periode kedua," katanya.

Tapi justru dengan kegagalan itu, Mahyudin menjadi Wakil Ketua MPR. Mahyudin merupakan pimpinan MPR termuda.

"Saya minta para siswa agar jangan menyerah jika menghadapi kegagalan. Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Kita harus bisa move on, kata anak sekarang," katanya dalam ceramah.

Menurut Mahyudin, NTB merupakan daerah kaya. Bahkan menjadi lumbung sapi nasional dan ada pertambangan Newmont.

"Jangan hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Bangsa ini bisa bangkit kalau punya niat untuk bangkit," katanya.


(NIN)