Rumah Kunci Apartemen Rusak Awal Petaka Wanita Jepang

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 11 Sep 2015 17:39 WIB
penemuan mayat
Rumah Kunci Apartemen Rusak Awal Petaka Wanita Jepang
Mursalim, tersangka pembunuhan wanita Jepang di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 11 September 2015. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Rumah kunci pintu unit apartemen Yoshimi Nishimura, 28, di Apartemen Casa Grande Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan, rusak. Ia lantas meminta bantuan ke sekuriti. Mursalim, 25, datang ke unit Nishimura untuk membetulkan kunci pintu.

"Cewek ini (Nishimura) tinggal sendiri di apartemennya. Kuncinya itu sempat rusak dan minta tolong ke sekuriti. Kebetulan si Mursalim yang membetulkan," kata Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2015).

Pertolongan Mursalim menjadi awal petaka bagi perempuan asal Jepang, tersebut. Mursalim rupanya memperhatikan suasana dan isi di unit apartemen Nishimura. Muncul di otak Mursalim bagaimana caranya bisa kembali ke unit itu.

"Dia berpikir bagaimana caranya supaya dipanggil lagi. Akhirnya diganjel rumah kuncinya pakai kertas sampai tiga kali," ujar Eko.

(Klik: Pembunuh Wanita Jepang Berikan Barang Curian ke Istri)

Mursalim tiga kali merusak rumah kunci pintu unit apartemen Nishimura setiap ia berjaga. Aksi terakhir berujung pada pembunuhan. "Saat panggilan yang ke tiga kali, dia saat itu sedang butuh. Langsung direncanakan (pembunuhan), tapi ke arah spontan," kata Eko.

Mursalim masuk ke unit apartemen Nishimura. Ia lantas mengunci pintu dari dalam dan mematikan lampu. Mursalim langsung menyergap Nishimura dari belakang, membenturkannya ke lantai hingga berlumuran darah. Setelah itu, Nishimura ditindih dan dicekik dari belakang hingga tewas.

"Korban sempat melawan. Waktu dicekik posisi kepala menyentuh lantai. Sebelumnya dibenturkan ke lantai. Itu juga banyak darahnya," ujarnya.

Setelah yakin Nishimura tewas, Mursalim memindahkan jasadnya ke tempat tidur. Mursalim sempat melepas pakaian korban yang berlumur darah kemudian menutup dengan selimut.

Tuntas membunuh, Mursalim menggondol beragam barang berharga milik korban berupa ponsel merek i-Phone, satu ponsel merek Sony Experia, dua gelang aksesoris, satu set cincin, satu anting telinga, satu anting tindik perut.


(TRK)