Polisi Tangkap Penembak Kaca Mobil di Bandung

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 11 Sep 2015 17:56 WIB
penembakan
Polisi Tangkap Penembak Kaca Mobil di Bandung
Barang bukti senapan air softgun milik tersangka ARM di Mapolrestabes Bandung, Jumat (11/9/2015). (Metrotvnews.com/Octavianus Dwi Sutrisno)

Metrotvnews.com, Bandung: Kepolisian Resort Kota Besar Bandung menangkap pelaku penembakan yang beraksi di beberapa wilayah di Kota Kembang itu. Pelaku diamankan beserta senjata jenis air softgun.

"Kita berhasil mengungkap tersangka kasus penembakan yang terjadi di beberapa wilayah Kota Bandung seperti di wilayah Jalan Sumbawa dan Jalan Aceh," ungkap Kapolrestabes Bandung Angesta Romano Yoyol, saat gelar perkara kasus di Mapolrestabes, di Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (11/9/2015).

Tersangka berinisal ARM, 38, kata Yoyol, melakukan aksi dengan menembak kaca mobil. Modusnya, menembak kaca dan kemudian kabur.

"Setelah dilakukan pengembangan, tersangka akhirnya berhasil kita tangkap pada tanggal 7 september 2015, melalui Unit Reskrim Cicendo. Sementara ini belum ada indikasi ke arah kriminal. Senjata air gun dipastikan milik tersangka," kata dia.

Yoyol mengaku akan terus melakukan penyelidikan senjata sampai ke Jakarta. Sebab, peluru dari senjata air softgun ini tergolong berbahaya. Apabila senapan tersebut di tembakkan dari jarak 5-10 meter, bisa menembus tubuh.

"Apalagi kalau sampai kena di bagian vital tubuh seperti mata, bisa menyebabkan kebutaan, senjata ini harus ada izin kepemilikan," jelasnya.

Mengenai motif kepememilikan senjata, Yoyol menuturkan tersangka hanya ingin terlihat seperti jagoan di jalanan. "Jadi kalau dia (tersangka) tidak senang dengan seseorang di manapun, maka digunakanlah senjata ini," tandasnya.

Dari tangan tersangka ARM, kepolisian mengamankan dua pucuk senjata replika jenis air softgun berikut 253 butir peluru, dan satu dus tabung CO2. Satu mobil merk Mercedez Benz warna biru berikut kunci kontak dan STNK asli juga turut diamankan.

Tersangka ditahan di Mapolsek Cinambo. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 (2) KUHPidana dan UU Darurat No 12 Tahun 1951 mengenai penganiayaan hingga menyebabkan korban luka berat. Tersangka diancam maksimal 5 tahun penjara.


(SAN)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

5 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA