Alasan Mawardi Anggarkan Jamuan Makan Ahok Rp6,6 Miliar

Intan fauzi    •    Jumat, 11 Sep 2015 17:56 WIB
ahok-dprd
Alasan Mawardi Anggarkan Jamuan Makan Ahok Rp6,6 Miliar
Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri DKI Muhammad Mawardi. (Foto: Intan Fauzi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri DKI Muhammad Mawardi mengakui memasukkan anggaran Rp6,6 miliar untuk jamuan makan acara Gubernur DKI Basuki `Ahok` Tjahaja Purnaman di Balai kota.
 
Anggaran untuk 600 acara dalam satu tahun itu dimasukkan berdasarkan jumlah acara jamuan tahun sebelumnya. "Kami mengacu tahun sebelumnya," kata Mawardi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/9/2015).
 
Mawardi mengklaim uang itu kemungkinan tidak digunakan seluruhnya. Sebab, dia tidak pernah tahu ada berapa acara yang memerlukan jamuan makan dalam satu hari. Menurut dia, ada beberapa acara mendadak yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.
 
Ada acara yang sebelumnya telah direncanakan dan disiapkan anggarannya. Tetapi, dalam pelaksanaannya ternyata Ahok memutuskan tidak perlu menyediakan jamuan.
 
"Kami tetap harus antisipasi. Seperti Konferensi Asia Afrika lalu ternyata Pak Gubernur tidak menjamu delegasi, jadi uangnya kita kembalikan. Yang penting ada anggarannya dulu, nanti penggunaannya bisa menyesuaikan," ujar Mawardi.
 
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra Syarif menemukan anggaran itu dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016. Uang itu dianggarkan Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH dan KLN).
 
"Kami temukan itu di Biro KDH dan KLN, saya rasa perlu diefisienkan. Setahun Rp6,6 miliar buat jamuan makan malam sepertinya terlalu besar," kata Syarif, Jumat (11/9/2015).
 
Ia mengungkapkan, Biro KDH dan KLN menganggarkan uang itu untuk satu tahun dengan jumlah jamuan 60 acara. Artinya, Pemrov DKI mengganggarkan duit rakyat Rp11 juta untuk satu kali makan di Balai Kota.
 


(FZN)