Ahok Ingin Commuterline Gabung LRT

Intan fauzi    •    Jumat, 11 Sep 2015 19:12 WIB
lrt
Ahok Ingin Commuterline Gabung LRT
Kereta Commuterline. (Foto:Antara/Paramayuda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama berharap PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) bergabung dalam proyek light rail transit (LRT). Ada beberapa hal yang bisa diintegrasikan antara LRT dan KCJ.
 
Pertama, LRT dapat menggunakan sistem single ticket. "Saya harapkan nanti bisa gabung dengan KCJ sehingga bisa kita pakai single tiket. Jadi semua orang bayar tiket sama," kata Ahok di Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2015).
 
Kedua, dalam proyek LRT dapat saling terintegrasi dengan rel kereta api yang sudah ada. "Kami tidak mau antarkoridor itu berseberangan. Kami mau LRT dan kereta commuter bisa saling menggunakan relnya," ujarnya.
 
Terakhir, depo yang sudah dimiliki oleh KCJ juga dapat digunakan bersama. Terutama, stasiun Manggarai dan Kampung Bandan yang memiliki luas hingga 50 hektare.  "KCJ Jakarta punya Manggarai 50 hektare, Kampung Bandan 50 hektare. Dimana ada tanah segitu luas selain kereta (KCJ)," ujarnya.
 
Ahk mengungkapkan, Kemenhub mensyaratkan operator harus punya depo. Jika KCJ bergabung, mereka tidak perlu keluar duit banyak. “Mereka kan sudah punya modal depo. Jadi kalau mau gabung dengan PT Jakpro dan PT Pembangunan Jaya berarti bisa gabung kerja," kata Ahok.
 
Pemprov DKI tidak berharap mencari untung. Ahok hanya berharap proyek LRT bisa selesai dalam tiga tahun dengan sembilan koridor.
 
"Kita juga enggak mau punya bisnis kereta api. Kita mau masalah tansportasi Jakarta selesai. Jadi dalam tiga tahun sembilan koridor dari Bogor, Bekasi, Tangerang bisa selesai," katanya.


(FZN)