Ini Alasan DPP PDIP Lama PAW 3 Menterinya

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 11 Sep 2015 20:45 WIB
dpr
Ini Alasan DPP PDIP Lama PAW 3 Menterinya
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto -- Antara/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto ungkap alasan lamanya DPP melakukan pergantian antar waktu (PAW) bagi tiga kader di DPR yang telah diangkat jadi menteri. PDIP pun memaparkan alasan pemain pengganti Puan Maharani, Pramono Anung dan Tjahjo Kumolo tak kunjung masuk parlemen.

Hasto mengatakan DPP sudah melakukan persiapan yang cukup lama dalam menentukan kader untuk PAW. Hanya saja, hingga kini DPP masih menunggu kesediaan kadernya untuk duduk di parlemen.


Menteri PMK Puan Maharani -- Antara

Untuk kasus kursi yang didukui Puan, Darmawan Prasojo merupakan calon legislatif dari PDI Perjuangan. Darmawan memang meraih suara terbanyak kedua setelah Puan Maharani di dapil Jawa Tengah V.

"Yang bersangkutan itu menjadi deputi ketika ada penataan kelembagaan di staf kepresidenan, siapa tahu yang bersangkutan akan menyatakan untuk bersedia menjadi anggota dewan," kata Hasto di DPP PDI Perjuangan, Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2015).

Ini menjadi pertimbangan PDIP karena Darmawan Prasojo memiliki hak untuk itu. Sebab suara Darmawan tepat berada di bawah Puan.


Sekretaris Kabinet Pramono Anung -- MI/Panca Syurkani

Sedangkan untuk pengganti Pramono Anung, PDIP masih melakukan berbagai pertimbangan-pertimbangan yang strategis untuk meningkatkan kinerja fraksi PDI Perjuangan di DPR. Sejauh ini ada dua nama yang akan menggantikan Pramono Anung, diantaranya mantan anggota komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari.

"Jadi ada di situ ada dua yang menjadi perhatian, kalau dari suara terbanyak memang suara Erjik (Erjik Bintoro-red), kalau tidak salah namanya. Dan kedua saudari Eva Sundari. Tentu saja partai memiliki pertimbangan mengingat di tengah sorotan masyarakat tentang kinerja dewan," pungkas dia.

Hanya, Hasto mensinyalir posisi Pramono Anung akan jatuh ke tangan Eva Kusuma Sundari. Sebab Eva telah cukup berpengalaman di DPR setelah sebelumnya duduk di komisi III DPR RI, sedangkan Erjik menang di suara dalam Pileg. Erjik memperoleh 46.692 suara, sedangkan Eva hanya 42.704 suara. Namun DPP belum memutuskan dari kedua nama tersebut yang terpilih.

"Kalau berberdasarkan pertimbangan strategis partai tentu saja kami mengharapkan yang sudah berpengalaman sebagai anggota dewan. Tapi berdasarkan suara terbanyak ini kan ada nama lain, sehingga nama ini kemudian kami musyawarahkan," kata dia.


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo -- MI/Panca Syurkani

Sementara itu untuk pengganti Tjahjo Kumolo, DPP PDI Perjuangan telah menetapkan satu nama yakni, Tutu N Roosdiono melalui berbagai pertimbangan. Pembahasan penetapan PAW bagi Tjahjo ini telah ditetapkan melalui rapat internal DPP PDI Perjuangan yang dilakukan Rabu 9 September kemarin.

"Terkait dengan pengganti dari bapak Tjahjo Kumolo memang ada dua pertimbangan saat itu, tapi akhirnya DPP lebih memilih mereka yang memiliki kapasitas dan kemampuan, yaitu (Tuti N Roosdiono) yang memiliki suara terbanyak berikutnya setelah bapak Tjahjo Kumolo," ujar dia.

Sejauh ini lanjut Hasto, DPP masih akan melakukan melakukan kalarifikasi perihal kesanggupan dari calon kandidat-kandidat yang akan menjadi PAW bagi Puan dan Pramono. "Sekarang kami sedang melakukan klarifikasi untuk siapa yang mengganti dari bapak Pramono Anung, begitu pula dengan yang mengganti mba Puan Maharani," tandas dia.


(SUR)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

6 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA