Umat Muslim di Tolikara Masih Trauma Dan Ketakutan

Anggitondi Martaon    •    Jumat, 11 Sep 2015 23:06 WIB
hak asasi manusia
Umat Muslim di Tolikara Masih Trauma Dan Ketakutan
Imam Mesjid Baitul Muttaqin Tolikara Ali Mukhtar (kanan), Anggota Komnas HAM Maneger Nasution (kedua kiri) dan pengamat terorisme Mustofa B Nahrawardaya -- Antara Foto/Teresia May

Metrotvnews.com, Jakarta: Paska penyerangan yang dilakukan oleh GIDI saat salat Idul Fitri, umat Muslim di Tolikara masih menyimpan trauma dan ketakutan. Ditambah beredarnya isu ancaman kekerasan yang akan dilakukan apabila dua pemuda GIDI tidak segera dibebaskan.

Hal itu disampaikan oleh Imam Masjid Baytul Muttaqin Tolikara Ustad Ali Mukhtar dalam dialog Intoleransi Tolikara di Pisa Cafe Mahakam, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2015). 

"Saat ini, umat islam dilanda kecemasan karena diancam akan dibunuh, sampai anak-anak tidak bisa tidur nyenyak karna ancaman tersebut," kata Ustad Ali.

Ustad Ali mengatakan bahwa kecemasan warga bertambah setelah pengamanan maksimal yang biasa dilakukan aparat paska penyerangan, saat ini sudah berkurang.

"Pasukan Brimob yang biasanya berjumlah 2 kompi sudah ditarik. Saat ini hanya dijaga oleh 2-4 orang aparat," ungkapnya.

Terkait pelaksanaan salat Idul Adha mendatang, Ustad Ali menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Menkopolhukam, Wakil Bupati Tolikara, ketua tim pemulihan, BIN, dan perwakilan dari GIDI. Dalam pembicaraan tersebut semua pihak sepakat untuk menjaga dan memperbolehkan umat muslim melaksanakan ibadah salat Idul Adha.

"Ini imbauan Menkopolhukam, Gidi sudah mencabut ancamannya, tanggal 5 sudah setuju mencabut ancamannya. Tidak boleh seperti  itu, pelaksanaan solat id harus dilaksanakan. Pendeta sudah diminta oleh pak menko jangan rusuh lagi, jangan terulang lagi. Harus sama-sama menjaga," terangnya.

Selain itu, Jubir Komite Umat (Komat) Tolikara Adnin Armas menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta kepada Kapolri, Menteri Agama, dan Komisi terkait di DPR untuk terus memantau keamanan di Tolikara.

"Kita sudah sampaikan surat resmi ke Kapolri, Panglima TNI, Menteri Agama, Komisi I dan III di DPR. Kenapa? Menteri Agama supaya lebih tegas dan kontrol supaya lebih berperan, Komisi III supaya ada hukum, kalau negara tanpa hukum bahaya. Jadi kita sedang bangun komunikasi dengan berbagai pihak," kata Adnin.

Selain itu, Adnin mengatakan bahwa Komat akan melakukan salat Idul Adha bersama umat muslim di Tolikara dan akan membawa bantuan berupa 50 ekor sapi untuk dikorbankan disana. 

"Kami akan datang kesana kita juga membawa bantuan bukan hanya muslim tapi juga dirasakan yang lain. Yang jelas karena kurban daging juga bisa diberikan sebagai sedekah kepada yang lain" tukasnya.


(SUR)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

10 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA