Penjualan Batik Ikut Menurun Akibat Perlambatan Ekonomi

Gervin Nathaniel Purba    •    Minggu, 13 Sep 2015 12:15 WIB
umkm
Penjualan Batik Ikut Menurun Akibat Perlambatan Ekonomi
illustrasi. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Metrotvnews.com, Jakarta: Merosotnya perekonomian Indonesia memengaruhi penjualan batik. Ina, selaku pengrajin batik Nona dengan brand Limaran Batik, mengaku minat kolektor batik masih tinggi untuk mengkoleksi berbagai macam jenis batik. Namun ia mengalami penurunan omzet.

"Kurang lebih omzet turun 30 persen, mungkin ada pengurangan jumlah yang dibelinya. Yang biasanya beli tiga jadi dua atau jadi satu. Tetapi mereka tetap beli," ujar Ina kepada Metrotvnews.com saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (12/9/2015).

Namun hal yang menarik dapat dilihat dari kolektor batik yang berpenghasilan tinggi atau kelas atas. Menurutnya kolektor seperti itu yang menginginkan kualitas batik yang terbaik.

"Mereka mau yang terbaik. Saya (koletor) punya satu tapi bagus," kata Ina.

Sekadar info, Batik Nona by Limaran Batik ini merupakan batik perpaduan Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta, dan Semarang. Dalam penentuan layoutnya diperlukan ramuan khusus sehingga dapat ditemukan berbagai macam jenis struktur dalam kain batik itu.


(SAW)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

19 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA