Romantisme hingga Nostalgia di Jazz Pantai Banyuwangi

Adi Waluyo    •    Minggu, 13 Sep 2015 22:11 WIB
festival musik
Romantisme hingga Nostalgia di Jazz Pantai Banyuwangi
Aksi Marcell di Jazz Pantai Banyuwngi (Foto: Ist.)

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Jazz Pantai Banyuwangi yang digelar di Pantai Boom, Sabtu malam (12/9), sukses membius ribuan penontonnya. Para penonton dibawa larut dalam aneka suasana yang dibawa para penyanyi yang hadir.

Shena Malsiana, Marcell Siahaan, Citra Scholastika, Once Mekel, dan Vina Panduwinata adalah sederet musisi yang meramaikan acara.

Suasana ceria dibawakan Citra Scholastika dan Shena, rasa galau dibawa Marcell Siahaan, romantisme dari Once Mekel, sampai rasa nostalgia diusung Vina Panduwinata. Suasana makin kental dengan nuansa pantai karena perhelatan itu digelar tepat di bibir pantai dengan view Selat Bali. Lalu lalang kapal nelayan semakin memarakkan suasana.

Shena membuka perhelatan dengan menyanyikan lagu asli Banyuwangi, Rehana. Lagu Using, suku asli Banyuwangi tersebut, dinyanyikan dengan aransemen jazz. "Lagu ini bagus sekali, tapi cukup susah membawakannya. Aku harus latihan nonstop sejak H-2. Aku senang bisa membawakannya," kata Shena yang merupakan alumnus program pencarian bakat menyanyi tersebut.

Marcel Siahaan pun giliran menghadirkan suasana galau dengan lagu-lagunya. Ribuan penonton larut dalam lagu romantis berbalut jazz yang diusung pelantun lagu "Semusim" itu.

Sementara itu, Citra Scholastika giliran membawa suasana ceria. Dengan gaya centilnya, jawara Indonesian Idol tersebut berhasil mengajak penonton turut berjoget mengiringi lagunya. Mulai dari lagu Aku Pasti Bisa, Do Re Mi, hingga Everybody Knew.


Citra di Jazz Pantai Banyuwangi (Foto: Ist.)

Larutnya malam ternyata tidak membuat penonton beranjak menikmati dinginnya angin laut yang berhembus. Penampilan Once Mekel yang dimulai pukul 23.00 WIB justru membuat penonton semakin panas mengikuti syair-syair lagu yang dibawakan Once. Malam itu Once membawakan lagu antara lain Anggun, Cemburu, Dealova, dan dipungkasi lagu Separuh Nafas.

Jazz Pantai Banyuwangi dipungkasi penampilan Sang Burung Camar, Vina Panduwinata, yang malam itu mengenakan gaun berwarna keperakan. Diva tersebut membawakan delapan lagu dengan suara serak khasnya, seperti Biru, Di Dadaku Ada Kamu, September Ceria, dan Surat Cinta.

Di atas panggung, tak lupa para musisi ikut mempromosikan Banyuwangi, baik dari sisi keindahan destinasi wisatanya maupun kekayaan kulinernya. "Aku tadi makan rujak soto. Ternyata asyik rujak dicampur soto, unik sekali," kata Marcell.

"Begitu teman-temanku tahu aku lagi show di Banyuwangi, mereka langsung kirim foto destinasi yang asyik-asyik. Ternyata banyak banget temanku yang sudah pernah ke Banyuwangi. Aku disarankan pergi ke beberapa destinasi pantai yang ada di sini," kata Shena.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ajang Jazz Pantai diharapkan bisa mendorong promosi pariwisata Banyuwangi, khususnya untuk destinasi wisata pantai. Sektor pariwisata, kata Anas, menjadi salah satu andalan untuk menggerakkan perekonomian di tengah tantangan perlambatan ekonomi yang saat ini sedang dihadapi Indonesia.

"Jazz Pantai ini konsepnya pariwisata berbasis event (event tourism). Di banyak tempat, event tourism adalah cara efektif untuk memperpanjang siklus destinasi. Sehingga, wisatawan bisa lebih lama tinggal dan otomatis belanjanya juga lebih besar. Sebagai contoh, setelah menikmati pantai atau naik Kawah Ijen, bisa menonton Jazz Pantai di Pantai Boom atau sebaliknya,” ujar Anas.

Anas menambahkan, Jazz Pantai sengaja digelar di Pantai Boom Banyuwangi sebagai bagian dari revitalisasi pantai tersebut. Sebelum disentuh Pemkab Banyuwangi yang bersinergi dengan kelompok masyarakat setempat, pantai tersebut relatif kotor.

Dalam tiga tahun terakhir revitalisasi dilakukan. Taman Digital dengan amphitheatre dibangun bersinergi dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Food court yang bersih dan fasilitas ibadah juga selesai dibangun. Saat ini, Pantai Boom kian ramai dikunjungi wisatawan dan telah memberi denyut ekonomi untuk warga sekitar.

Sabtu (12/9/2015) kemarin juga telah dilakukan peluncuran pengembangan dermaga kapal pesiar (marina) di Pantai Boom yang digarap oleh PT Pelindo III dengan investasi Rp200 miliar.

”Kami berikhtiar mengembalikan kejayaan Pantai Boom. Pantai ini dulu menjadi salah satu simpul gerak ekonomi masyarakat. Inggris bahkan juga pernah memasuki Banyuwangi melalui pelabuhan Boom. Itulah mengapa di Banyuwangi ada Kampung Inggrisan yang menjadi penanda keberadaan para pedagang Inggris di sini,” jelas Anas.


Shena di Jazz Pantai Banyuwani (Foto: Ist.)


(AWP)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

2 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA